Pecahkan Kebosanan Pandemi dengan Mural, Delapan Perupa Ternama Sulap Gang Jadi Artistik

PROSES kreatif pembuatan mural di tembok perupa Made Wiradana di kawasan Jalan Ratna, Denpasar, pekan lalu. Foto: ist
775 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pandemi Covid-19 yang beriring imbauan menjaga kontak sosial telah menebar kebosanan berkepanjangan di tengah masyarakat. Melawan rasa bosan itu, delapan perupa ternama Bali menumpahkan penatnya dalam karya mural di tembok yang ada di bilangan Jalan Ratna, Denpasar.

Kedelapan perupa yang ambil bagian yakni Made Wiradana, Wayan Anyon Muliastra, Made Duatmika, Vincencius Dedy Reru, Kadek Armika, Pande Wijaya Suta, Made Romi Sukadana, dan Made Arya Palguna. Mural tersebut dilukis dalam tembok sepanjang 25 meter milik Made Wiradana antara 23-26 Juni pekan lalu. Tak khayal, mural yang digarap para seniman ternama Bali ini menjadi buah bibir dan viral di sejumlah kanal media sosial.

Salah seorang perupa, Made Arya Palguna, ketika dihubungi posbali.co.id, Minggu (28/6) menjelaskan, pada mulanya pihaknya tidak memiliki tujuan khusus dalam penggarapan mural tersebut. Pihaknya hanya ingin berupaya menyegarkan diri dari kepungan penat akibat pandemi yang berkepanjangan.

‘’Kalau seandainya ada pesan yang lebih personal, kami ingin menyatakan pesan bahwa kreasi dan fantasi harus tetap berjalan di tengah kungkungan wabah. Keceriaan dan kegembiraan harus tetap dijaga,’’ akunya.

Pihaknya menjelaskan, situasi bekerja dari rumah dan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat memang melahirkan kepenatan yang begitu kuat. Di tengah kondisi sedemikian rupa, mereka pun berupaya menyisihkan beberapa hari untuk turun berkolaborasi. ‘’Kami kemudian bergabung sekitar tiga hari untuk mencari penyegaran dan kumpul dengan teman dalam waktu singkat,’’ katanya.

Dituturkan, pemilihan penggarapan karya berbentuk mural juga merupakan kebetulan. Awalnya, Wiradana yang baru saja membuat tembok baru berinisiatif menggarap suatu karya seni di dalam temboknya. Akhirnya, mereka pun merespon dengan mural.

‘’Dalam penggarapan tidak ada tema khusus, namun biar lebih mengerucut kami buat wajah-wajag seniman maestro dunia yang menginspirasi kami, seperti wajah Basquiat, Picasso, Rembrant, Da Vinci, dan Salvador Dali,’’ tuturnya.

Sementara itu, secara khusus ia dan pemilik rumah membuat mural dengan tema yang mengacu kepada karakter seni rupa masing-masing. ‘’Saya membikin sket potret diri Sukari dan Pak Wiradana, sedangkan Pak Wiradana membuat mural ayam dan binatang purba,’’ imbuh Arya Palguna. 015

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.