Pawai Budaya HUT Kota Gianyar, Bernuansa Alami, Bebas Plastik dan Styrofoam

Mobil dihias dengan bahan alami dan tidak menggunakan plastik styrofoam dalam pawai HUT Kota Gianuar, Rabu (1/5).
Mobil dihias dengan bahan alami dan tidak menggunakan plastik styrofoam dalam pawai HUT Kota Gianuar, Rabu (1/5).
695 Melihat

GIANYAR, POSBALI.CO.ID Pawai Budaya serangkaian HUT ke-248 Kota Gianyar, Rabu (1/5), berlangsung meriah. Pawai tahun ini terkesan berbeda dengan pawai yang dihelat tahun sebelumnya. Pertama dari penggunaan properti pawai yang bernuansa alami. Kedua, panggung kehormatan yang digeser ke pojok timur laut. Masyarakat yang ingin menyaksikan pawai pun leluasa menonton dari lapangan tanpa dihalangi panggung seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Panitia Pawai Budaya, Plt Kadis Kebudayaan Kabupaten Gianyar, Made Suradnya dalam sambutannya, mengatakan pawai kali ini memang beda dari tahun sebelumnya. Terutama pada penggunaan properti pawai. “Kali ini tidak menggunakan properti berbahan plastik, styrofoam, dan sejenisnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, ditemui disela-sela pawai menegaskan, nuansa alami ini tidak terlepas dari Surat Edaran Bupati Gianyar Nomor 660/2509/DLH/Bid.II/2019 tentang pembatasan timbulan sampah plastik, styrofoam, dll. “Tampak lebih meriah dan beda. Nuansanya terkesan alami. Seniman mampu berkreasi lebih tanpa styrofoam dan plastik,” ujarnya.

Dalam SE tersebut, tidak saja pawai budaya, peringatan hari besar nasional dan daerah diimbau agar memperhatikan kelestarian lingkungan. “Terbukti Gianyar memang gumi seni. Malah muncul kreativitas tinggi dalam berkarya seni, inilah sejatinya seninya orang Bali yang sedari kecil sudah dibiasakan ngulat klangsah, klakat, dan ragam seni lainnya,” ujarnya.

Pawai Budaya dibuka oleh Bupati Gianyar Made Mahayastra di Open Stage Balai Budaya Gianyar, ditandai dengan pemukulan kulkul. Rangkaian pawai diawali Adi Merdangga SMKN 3 Sukawati, FKUB Gianyar. Kemudian pawai potensi per kecamatan, dimulai dari Kecamatan Gianyar, Tegallalang, Payangan, Blahbatuh, Ubud, Sukawati, dan diakhiri Tampaksiring selaku duta Gianyar untuk Pawai Pesta Kesenian Bali ke-51 bulan Juni 2019 mendatang. Setiap kecamatan menampilkan ciri khas maupun tradisi di masing-masing kecamatan. Salah satu yang diperkenalkan pada masyarakat yakni tradisi Ngerebeg Desa Tegallalang. Tradisi ini menjadi daya tarik ketika para pemuda berhias aneka ragam warna. Tidak saja bagian wajah, namun sekujur tubuh dirias layaknya butha kala. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.