Patung Gajah Mada di Mapolres Gianyar Diresmikan

Foto: GAJAH MADA PATUNG Gajah Mada di halaman Mapolres Gianyar, diresmikan, Rabu (1/7). Foto: adi
296 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Patung Gajah Mada setinggi 9 meter yang berdiri di halaman Mapolres Gianyar diresmikan, Rabu (1/7). Pendirian patung tersebut tidak terlepas dari dalam rangka spirit dan motivasi serta etos kerja Polri. Hal itu diungkapkan Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana.
Menurut Adnyana pendirian patung ini tidak terlepas dari historikal sumpah palapa yang mampu mempersatukan nusantara. Patung tersebut mengandung sebuah spirit dan motivasi di kalangan Polri. ‘’Itu mengandung maksud dalam rangka spirit dan motivasi dan etos kerja, dalam kami bekerja sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” jelasnya.
Diambilnya tokoh Gajah Mada dikarenakan historis Polri atau juga disebut Bhayangkara merupakan pasukan elit yang dibentuk dan dipimpin Mahapatih Gajah Mada pada zaman kerajaan Majapahit. Ditugaskan untuk menjaga keamanan raja dan kerajaan termasuk masyarakat Majapahit, agar mereka tidak berbuat sesuatu yang mengancam kejayaan pemerintahan kerajaan.
Diungkapkannya, Gajah Mada dikenal sebagai patih yang tegas dan keras dalam menjalankan aturan hukum. Dengan prinsip bahwa hukum harus ditegakkan, siapapun yang melanggar harus menerima akibatnya meskipun temannya sendiri. ‘’Dalam menjalankan tugasnya pasukan Gajah Mada memegang teguh empat nilai kebhayangkaraan yang disebut Catur Prasetya. Terdiri atas setia kepada pemimpin negara, mengenyahkan musuh-musuh negara, mempertahakan negara, dan sepenuh hati dalam bertugas,’’ ungkapnya.
Sementara itu, pembuat patung I Gede Sarantika, mengaku bentuk dan ukurannya merupakan inspirasi langsung dari Kapolres Gianyar, sehingga terwujudnya patung Gajah Mada yang telah diresmikan tersebut. ‘’Inspirasi langsung datang dari Bapak Kapolres, sehingga terwujudnya Gajah Mada seperti ini. Kita sebagai tim mengikuti arahan dengan proses pembuatan sekitar 1,5 bulan kerja di lapangan. Itu dimulai dari tanggal 7 April 2020 diawali dengan proses pengeruakan dan dicarikan hari baik,” ujar pemahat patung asal Desa Mas, Ubud ini.
Dalam pembuatannya, ia mengaku hanya melibatkan 10 orang pekerja. Dengan total tinggi patung mencapai 9 meter. “Ukurannya patung saja 6 meter ditambah lagi dengan dasarnya itu mencapai 3 meter. Sehingga total 9 meter,” pungkasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.