Pastikan Tidak Ada Penimbunan, Pemkot Denpasar Sidak Distributor Alat Kesehatan

Disperindag Kota Denpasar bersama Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kota Denpasar melakukan sidak ke sejumlah toko dan distributor alat kesehatan pada Rabu (18/3).
821 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Menyikapi kelangkaan sejumlah alat kesehatan (alkes) menyusul merebaknya virus Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar bersinergi dengan sejumlah OPD seperti Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kota Denpasar melakukan pemantauan atau sidak ke sejumlah distributor alkes pada Rabu (18/3). Dalam sidak tersebut, ada dua distributor yang dituju oleh tim, yaitu Alexa Medika di Jalan Diponegoro dan Sanidata di Jalan WR Supratman, Denpasar.

Kadisperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, didampingi Kabid Metrologi dan Tertib Niaga Diserindag Kota Denpasar, Putu Gede Sukadana, mengatakan, pelaksanaan pemantauan lapangan ke sejumlah distributor alkes guna memastikan ketersediaan alat-alat kesehatan bagi masyarakat. Hal ini juga menghindari adanya penimbunan yang tentu sangat merugikan masyarakat yang betul-betul membutuhkan alkes tersebut.

“Pemantauan lapangan ini juga untuk memberikan kepastian agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Sri Utari di sela-sela pemantauan kemarin.

Lebih lanjut Sri Utari mengatakan, dari hasil pemantauan di lapangan, setelah berbincang dengan penanggung jawab distributor, dapat disimpulkan bahwa kelangkaan sejumlah alkes belakangan ini dikarenakan permintaan pasar yang terlampau banyak sehingga distributor kewalahan memenuhinya. “Yang jelas dalam pemantauan kali ini tidak ditemukan adanya kecurangan berupa penimbunan alat kesehatan seperti Hand sanitizer, masker, dan antiseptik,” terangnya.

Manajer Alexa Medika, Endah Triani, mengatakan saat ini di tempatnya masih tersedia sejumlah alkes seperti masker dijual dengan harga Rp50.000 per boks dengan isi 50 pcs masker. “Namun sampai saat ini kami tidak ada niat buruk untuk menimbun dan kami mengutamakan rumah sakit dan klinik untuk distribusi alat kesehatan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sanidata, Robi Kartono, menjelaskan mengenai produk hand sanitizer merupakan produk yang dibuat di Indonesia, maka ketersediaannya masih aman dan pihaknya juga mengutamakan rumah sakit dan klinik untuk distribusi produknya. “Kami pun tidak berani menimbun produk tersebut karena kami merupakan distributor yang telah terdaftar di Disperindag Kota Denpasar, dan distribusi produk pun diawasi dengan ketat,” tuturnya.

Kadisperindag mengingatkan pemilik toko atau distributor alkes yang ada di Denpasar tidak melakukan penimbunan dengan niat untuk mengais keuntungan yang berlipat di tengah penderitaan masyarakat. “Saya tegaskan jangan sampai melakukan kecurangan atau ada niat tidak baik terhadap kebutuhan alkes yang saat ini dibutuhkan banyak orang. Ini saatnya untuk saling membantu demi kemanusiaan,” ujar Sri Utari. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.