Pasokan Babi Berkurang, Distan Buleleng Harapkan Peternak Budidayakan Babi Bali

Bibit babi jenis landrace yang banyak diternakkan di Buleleng. Kini harga daging babi di Buleleng mencapai Rp100 ribu per kg.       
536 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Merebaknya virus Suspect African Swine Fever (ASF) yang menyerang hewan babi yang terjadi beberapa waktu lalu, kini membuat pasokan daging babi berkurang karena menurunnya budidaya atau jumlah babi yang di peternakan milik warga. Akibatnya, saat ini harga daging babi melambung tinggi di pasaran.

Bahkan dari informasi diperoleh, saat ini harga daging babi di pasar untuk kualitas super menjadi Rp100 ribu dari sebelumnya Rp80 ribu per kilogram (kg). Sedangkan, untuk harga daging babi kualitas nomor dua naik menjadi Rp95 ribu dari awalnya sekitar Rp75 ribu per kg.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi, dan UKM (Disdagprinkop UKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan, kenaikan harga daging babi sejak akhir November 2020. Kenaikan ini, karena adanya hari-hari raya besar Agama Hindu. Hanya saja kata Dewa Sudiarta, kenaikan harga daging babi ini tidak signifikan.

“Secara umum harga masih bisa dijangkau masyarakat. Dengan kondisi seperti ini, pembelian daging juga tidak sering dilakukan paling hanya pada hari tertentu saja, jadi tidak berpengaruh signifikan ke masyarakat,” kata Dewa Sudiarta, Jumat (22/1/2021).

Sejauh ini stok daging babi sangat berkurang. Pasalnya, dengan adanya penyakit babi membuat para peternak lokal minim pasokan babi. Sehingga, pemasok dari luar Buleleng yang mengirim pasokan babi ke Buleleng. “Kami sudah koordinasi dengan dinas pertanian untuk minimnya pasokan lokal,” ujar Dewa Sudiarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, Made Sumiarta, menegaskan, pasokan daging babi di awal tahun 2021 berkurang karena peternak di Buleleng masih trauma sejak adanya virus ASF yang hingga kini masih belum bisa dikendalikan. “Banyak warga takut memelihara babi, sehingga harga daging babi menjadi naik,” jelasnya.

Meski demikian, Distan Buleleng telah meminta para peternak di Buleleng untuk lebih memilih beternak babi jenis Bali, meskipun daging yang dihasilkan lebih sedikit dari babi jenis landrace. Sebab, babi jenis landrace lebih rentan terpapar penyakit tersebut.

Terkait harga bibit babi saat ini, menurut Sumiarta, berkisar Rp700 ribu hingga jutaan untuk jenis bibit babi Bali. “Kami coba arahkan ke babi Bali, hanya saja ini baru dimulai. Ya, karena dari segi jumlah daging dihasilkan sedikit, jadi jelas tidak menghasilkan bagi peternak. Tapi kami tetap upayakan, agar para peternak mau beralih ke babi Bali,” pungkas Sumiarta. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.