Pasca Tanah Longsor, Senderan Jalan di Desa Sepang Kelod Tergerus

Kondisi senderan jalan yang ada di Desa Sepang Kelod, Busungbiu, Buleleng tergerus dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.
290 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Pasca diterjang tanah longsor beberapa waktu lalu, membuat senderan jalan yang ada di Desa Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu, Buleleng tergerus. Tergerusnya senderan jalan ini cukup membuat bahaya pengguna jalan karena jalan itu sering dilewati oleh warga sekitar.

Perbekel Desa Sepang Kelod, Ketut Ngurah, mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan penghubung menuju pusat desa maupun pusat Kecamatan Busungbiu. Jika senderan jalan yang tergerus hingga 15 meter ke jurang yang ada di samping jalan itu tidak cepat diperbaiki, maka membahayakan pengguna jalan yang melintas.

“Senderan jalan itu tergerus tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu akibat hujan deras pada pertengahan bulan Januari lalu. Jalan itu penghubung Banjar Dinas Gunung Sari dan Banjar Dinas Asah Badung,” kata Ngurah, Kamis (4/2/2021).

Kendati demikian, akses jalan itu masih bisa dilalui karena material sisa longsor sudah dibersihkan. Hanya saja karena senderan jalan tergerus, membuat warga merasa khawatir saat melintas. Terlebih, kondisi jalan terjal dan menikung dan di sisinya terdapat jurang yang cukup dalam.

Ketut Ngurah mengatakan, senderan jalan yang terkena longsor sejatinya ada di 6 titik. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan atau pengendara yang melintas jatuh, di sisi jalan telah diisi rambu hati-hati dan garis pembatas sambil menunggu perbaikan. Pemerintah desa juga sudah bersurat kepada dinas terkait agar kerusakan itu segera diperbaiki. “Perlu perbaikan cepat, karena jalan ini adalah akses utama warga,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, tak menampik kerusakan senderan jalan itu terjadi setelah tergerus longsor. Diakuinya, jalan itu berstatus jalan kabupaten sehingga penangananya dilakukan oleh Dinas PUTR Buleleng.

Dikatakan pula, pihaknya sudah menghitung biaya penanganan pasca longsor di Desa Sepang Kelod, dengan anggaran sekitar Rp197 juta. “Kemudian akan diusulkan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam rangka penyediaan anggaran perbaikan. Terkait perbaikan fisiknya masih menunggu kepastian anggaran,” pungkas Adiptha Eka Putra. rik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.