Pantau Prokes, Kodim Bangli Terjunkan Personel ke Pura dan Merajan

Kodim Bangli menerjunkan personelnya ke tempat ibadah seperti pura dan merajan, untuk memantau penerapan prokes pencegahan Covid-19.
44 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), Kodim 1626/Bangli pun terus melakukan edukasi dan pemantauan penerapan prokes di masyarakat. Tidak terkecuali dalam kegiatan upacara keagamaan.

Pelaksanaan rerahinan Buda Cemeng Klawu, Rabu (13/1/2021) lalu yang merupakan piodalan Bhatara Rambut Sedana banyak dirayakan umat Hindu khususnya di Bangli. Untuk memastikan penerapan prokes saat upacara tersebut, Dandim Bangli, Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, S.I.P, memerintahkan seluruh jajaran Kodim 1626/Bangli melakukan pemantauan prokes di merajan, pemilik toko, pura khayangan tiga maupun kahyangan jagat yang ada di Bangli.

Dandim Bangli memerintahkan seluruh jajarannya untuk menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Jajarannya diminta selalu berperan di wilayah binaan masing-masing bersinergi dengan Babinkamtibmas serta melaksanakan koordinasi dengan aparat desa terkait untuk menyampaikan dan mengimbau ke masyarakat agar melaksanakan serta menaati prokes 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak antarperorangan guna memenghambat laju penyebaran Covid-19.

Suwardana mengatakan, Kodim 1626/Bangli melaksanakan imbauan tentang pelaksanaan prokes merupakan implementasi dari Pergub Bali No. 46 Tahun 2020 dan Perbub Bangli No. 39 Tahun 2020 serta Keputusan Bersama FKUB dan PHDI Provinsi Bali. “Mengenai soal tentang Keputusan Bersama FKUB dan PHDI ditegaskan bahwa masyarakat di dalam melaksanakan kegiatan upacara keagamaan dibatasi jumlah pengikutnya, bukan adanya larangan untuk melaksanaan kegiatan upacara keagamaan,” jelasnya.

Pembatasan ini, lanjut Dandim Bangli, karena belakangan ini banyak klaster baru dari yang disinyalir dari lingkungan keluarga sehingga Kabupaten Bangli kini masuk zona merah penyebaran Covid-19. “Kami secara terus-menerus mengedukasi masyarakat tentang pelaksanaan prokes agar masyarakat lebih sadar dan mengerti untuk melaksanakan prokes, supaya penyebaran Covid bisa diatasi,” tegasnya.

Sementara itu, Danramil 1626-03/Tembuku, Kapten Inf I Putu Suratnya, saat meninjau langsung ke masyarakat untuk memimpin penerapan prokes, Kamis (14/1/2021), menyampaikan, berupaya hingga ke pelosok-pelosok wilayah terutama ke tempat ibadah yang sedang melaksanakan kegiatan persembahyangan. “Baik persembahyangan di merajan keluarga maupun pura kahyangan desa,” imbuhnya. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.