Pabrik Penyulingan Daun Cengkih di Buleleng Ditutup Paksa

Petugas Satpol PP Buleleng saat menutup usaha penyulingan daun cengkih di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (21/10).
314 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng mengambil tindakan tegas dengan menutup paksa usaha penyulingan daun cengkih yang beroperasi di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Penutupan usaha ini, merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh petugas Satpol PP Buleleng.

Penutupan usaha penyulingan daun cengkih ini dilakukan karena pabrik tersebut telah melanggar Perbup Buleleng No. 61 Tahun 2012 tentang Penutupan Investasi Bidang Usaha Penyulingan Daun Cengkih. Selain itu, penutupan pabrik tersebut juga karena ada laporan warga karena asap yang dihasilkan dari pabrik itu menyebabkan polusi udara.

Kepala Satpol PP Buleleng, Putu Artawan, mengatakan, penutupan ini dilakukan agar pemilik pabrik tersebut tidak kembali melakukan usahanya, karena telah melanggar Perbup Buleleng. “Kami menyita 2 buah mesin pompa, 1 buah cangkul dan 1 buah skop,” kata Artawan, Rabu (21/10).

Sebelumnya, pemilik pabrik sudah diberikan teguran dan Surat Pernyataan (SP) sebanyak tiga kali. Pabrik tersebut juga sudah sempat ditutup. Namun pemilik pabrik tidak mengindahkan hal tersebut. Selang 3 hari, pemilik kembali membuka segel tersebut dan melakukan aktivitas penyulingan seperti biasa.

Sehingga Rabu (21/10) pagi, Satpol PP Buleleng langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup dan menyita barang bukti yang ada pada pabrik tersebut. Ditegaskan Artawan, penutupan pabrik ini sebagai upaya untuk menjalankan penegakan Perbup Buleleng No. 61 Tahun 2012.

Selain itu, lanjut dijelaskan Artawan, penutupan ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga. “Kami ingin masyarakat bisa merasa nyaman, kemudian pelaku usaha tersebut harus melengkapi izin dan tempat usaha saat melakukan aktifitas penyulingan,” jelas Artawan.

Saat ini, berkas penutupan usaha penyulingan ini akan dilimpahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Setelah berkas ini diserahkan kepada PPNS, maka selanjutnya kemungkinan kasus ini akan sampai pada sidang tindak pidana ringan (Tipiring). 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.