Orang Tua Siswa Geruduk Dinas Pendidikan Bali, Keluhkan Sistem Zonasi dan Dugaan Domisili Rekayasa

531 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Puluhan orang tua siswa menggeruduk Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Selasa (2/7). Lebih dari 70 orang tua siswa mendatangi kantor yang terletak di Renon Denpasar ini.

“Kami ke sini berkumpul dari jam 08.00 WITA, tapi tidak ada satupun perwakilan dari Dinas yang menemui,” ujar salah seorang orang tua siswa.

Akhirnya sekitar pukul 10.25 WITA, para orang tua siswa diterima perwakilan Dinas, yakni Kepala UPT BPTENDIK Nyoman Ratmaja, setelah diantar oleh salah seorang tamu ASN dari BKD Bali. Para orang tua siswa akhirnya diarahkan ke Aula Dinas untuk menyampaikan aspirasi.

Menurut para orangtua siswa itu, kedatangan mereka ini untuk meminta kejelasan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi. Pasalnya, Nilai Ujian Nasional (NUN) tidak dipergunakan dalam sistem zonasi ini.

Selain itu, para orang tua siswa itu juga menduga ada beredar domisili asli tapi direkayasa agar mendapatakan ke sekolah yang dituju.

“Jadi domisili itu asli tapi direkayasa. Coba cek ke sekolah, kami siap membantu dan jangan diabaikan kata-kata kami,” ujar salah satu orang tua siswa.

“Seharusnya, KK lebih diutamakan. Setelah itu baru domisili. Kalau harus zonasi, kami juga siap mengadu dengan NEM,” kata orang tua siswa, Inten Iratmini yang juga seorang dosen ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT BPTENDIK Nyoman Ratmaja meminta lima perwakilan untuk menyampaikan keluhan dan tuntutan orang tua siswa ini.

“Kami minta lima orang nanti kita duduk bersama untuk mencari jalan keluar,” katanya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.