Optimalkan Pengelolaan Sampah, TPS 3R Dibangun di Desa Baktiseraga

Keberadaan TPS 3R di Desa Baktiseraga yang baru dibangun sebagai upaya mengoptimalkan penanggulangan dan pengelolaan sampah di Buleleng.
422 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS 3R) dibangun di Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Pembangunan TPS 3R ini adalah bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Bali.

Pembangunan TPS 3R di Desa Baktiseraga sebagai upaya mengoptimalkan penanggulangan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Buleleng. Bangunan TPS 3R ini diresmikan oleh perwakilan BPPW Provinsi Bali bersama Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Senin (19/10) di Desa Baktiseraga.

Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada, mengatakan, TPS 3R mendukung keberlangsungan manajemen sampah yang sudah terbentuk sebelumnya. Sebanyak 13 jejaring pemungut sampah rumah tangga yang dibentuk untuk menyampaikan kepada langganan agar memulai memilah sampah baik organik maupun anorganik.

Setelah dipilah di rumah, lanjut akan diolah di TPS 3R sehingga sampah tersebut tidak langsung dibawa ke TPA seperti sebelumnya. “TPS 3R kami juga sudah punya 9 lubang daur ulang sampah (Bang Daus). Kalau sampah organik yang diproses di TPS 3R penuh akan proses di Bang Daus. Semoga ini berjalan lancar,” kata Gusti Armada.

Bupati Suradnyana menjelaskan TPS 3R yang dibangun di Desa Baktiseraga akan menjadi percontohan TPS 3R lain yang dibangun di Buleleng. Ini untuk mengantisipasi dan meminimalisasi terjadinya bencana alam terutama banjir di Buleleng. Sejauh ini permasalahan sampah menjadi penyebab utama banjir sehingga harus diatasi secara bertahap.

“Tahun depan kami masih ada 9 usulan lagi. Ada juga rencana untuk pembuatan sodetan di Jalan Pulau Lombok. Kami melihat masalah sampah di Desa Baktiseraga ini sudah menurun drastis. Saya harap masyarakat menyadari bahwa masalah sampah ini merupakan masalah besar di kehidupan kita,” kata Suradnyana.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah sampah. Pembuatan regulasi tentang sampah telah dilakukan seperti Perbup No. 1 Tahun 2019. “Jika suatu teknis penanggulangan sampah tidak didukung dengan kesadaran diri, tidak akan mengurangi dampak dari masalah sampah itu,” ujar Suradnyana.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Provinsi Bali, Wayan Andi Suryantara, megatakan, untuk 9 usulan pembangunan TPS 3R masih akan dipilah. Pemilahan itu untuk mengetahui mana yang benar-benar siap dari segi lahan, partisipasi masyarakat, serta komitmen dari perbekelnya sendiri. “Mungkin dari sembilan itu kami akan kerucutkan menjadi lima yang benar-benar siap agar nantinya TPS 3R dapat berjalan dengan baik dan secara berkelanjutan,” katanya. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.