Operasional Hotel Gelembung Dihentikan, Sebelum Kantongi Izin

ist/ petugas Satpol PP Badung saat memeriksa hotel gelembung di pantai Nyang Nyang Pecatu
319 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Operasional hotel gelembung di Pantai Nyang Nyang Pecatu akhirnya dihentikan oleh petugas Satpol PP Badung. Dari hasil pemeriksaan Rabu (12/2), akomodasi wisata yang belakangan  viral itu, sama sekali tidak memiliki dokumen perizinan. Bahkan alas hak terhadap lahan yang ditempati tersebut masih berupa Pipil.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, Wayan Sukanta menerangkan pemanggilan pemilik lahan dan pemilik akomodasi wisata tersebut sudah dilakukan, Senin (10/2). Sehingga Rabu (12/2) pihak terkait telah memenuhi panggilan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui usaha tersebut sama sekali belum mengantongi dokumen perizinan. Pihak pengusaha hanya memiliki semacam bukti pendaftaran usaha melalui layanan Online Single Submission (OSS), yang mana usaha tersebut didaftarkan di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai. “Jadi antara lokasi usaha dengan lokasi yang didaftarkan di perizinan itu beda,”ungkapnya dikonfirmasi Rabu (12/2).

Atas hal tersebut, pihaknya kemudian membuatkan surat pernyataan, untuk ditandatangani pemilik usaha terkait. Didalam surat tersebut menerangkan bahwa usaha tersebut belum memiliki izin dan siap untuk melakukan pengurusan perizinan. Selama kelengkapan izin tersebut belum dikantongi, usaha tersebut tidak diperkenankan beroperasional. “Kita arahkan yang bersangkutan untuk segera melakukan pengurusan izin,”ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP Badung diketahuo telah turun melakukan pengecekan ke lokasi. Dari informasi yang diperoleh petugas, usaha tersebut diketahui milik salah seorang investor dari Rusia. Usaha tersebut bekerjasama dengan salah seorang warga bernama I Made Suriasa yang beralamat di Banjar Dinas Karang Boma Pecatu. Dimana lahan warga dipergunakan sebagai tempat usaha investor tersebut. Awalnya bule tersebut berencana membangun 10 unit kamar gelembung. Namun saat ini bangunan yang ada dan beroperasi sejumlah 6 unit, sedangkan 4 unit lainnya masih dalam pembangunan. Rumah gelembung tersebut terbuat dari plastik transparan yang didalamnya diisi oksigen dan di dalam ruangan tersebut berisi fasilitas layaknya hotel. Untuk menikmati fasilitas tersebut, wisatawan harus mengeluarkan biaya senilai Rp 1,8 juta permalam. GAY

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.