Operasi Yustisi di Tabanan, 227 Pelanggar Prokes Ditindak

Tim yustisi gabungan di Tabanan kian menggencarkan pendisiplinan masyarakat dalam perapkan prokes Covid-19. Salah satunya dengan sanksi fisik bagi pelanggar.
323 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Tim Operasi Yustisi Gabungan yang melibatkan Polres Tabanan, Kodim 1619/Tabanan, dan Satpol PP Tabanan berhasil menindak sebanyak 227 pelanggar protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan pada Jumat (23/10) sampai dengan Sabtu (24/10) sore.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasatpol PP Tabanan, I Wayan Sarba, bersama Kasubagdal Ops. Polres Tabanan, Iptu I Nengah Widia. Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan Inpres No. 6 tahun 2020, Pergub Bali No. 46 tahun 2020, dan Perbup Tabanan No. 44 tahun 2020.

Kasatpol PP Tabanan, I Wayan Sarba menerangkan, tim gabungan tersebut bergerak serentak dalam dua hari dengan menyasar 229 lokasi. Di antaranya SPBU, pasar tradisional, kompleks pertokoan, kompleks perumahan dan pemukiman, pusat perbelanjaan modern atau mal, jalan raya, tempat ibadah, objek wisata, serta pabrik atau perusahaan.

Sesuai dengan data yang dihimpun selama kegiatan yustisi, tim menindak 227 pelanggar. Tim memberikan sanksi teguran lisan kepada 175 orang, ditindak dengan hukuman fisik tiga orang, kegiatan dipublikasikan di media sosial 49 kali.

Dalam operasi ini, Polres Tabanan menurunkan Satgas Operasi Aman Nusa Agung 2020, bergabung dengan Kodim Tabanan dan Satpol PP Tabanan. Sedangkan untuk kegiatan di masing-masing kecamatan dilaksanakan anggota jajaran polsek, yang juga bersinergi dengan anggota jajaran koramil setempat, dan juga melibatkan bhabinkamtibmas dan babinsa.

“Jumlah total personel yang dilibatkan 327 orang. Polres Tabanan dan polsek jajaran 274 orang, Kodim Tabanan 29 orang, Satpol PP Tabanan 15 orang, dan yang lainnya adalah pecalang sembilan orang,” kata Wayan Sarba.

Dikatakan, dari sekian kali kegiatan masih saja tim menemukan ada warga yang tidak disiplin dalam menerapkan prokes Covid-19. “Dari yang ditindak, kebanyakan membawa dan menggunakan masker, namun bersifat tidak tetap, maskernya di bawah dagu dan ada juga yang di leher,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tim pun sudah mengingatkan warga dengan cara persuasif, yakni diberikan pengertian. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk disiplin mengikuti prokes untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kami tetap mengimbau agar disiplin penerapan protokol tiga M, yaitu memakai masker harus menutup hidung dan mulut, sering mencuci tangan dengan air mengalir, serta menjaga jarak atau hindari kerumunan,” tandas Sarba. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.