Operasi Yustisi, 22 Warga Langgar Prokes di Sukawati

Pelanggar prokes Covid-19 yang terjaring saat operasi di Sukawati, Gianyar, Selasa (12/1/2021) membuat surat pernyataan.
36 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Tim gabungan menggelar Operasi Yustisi Penegakan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 di Jalan Raya Batubulan, Sukawati, Gianyar, Selasa (12/1/2021). Operasi tersebut menjaring 22 warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes) dengan tidak memakai masker.

Kabid Penegak Perda dan Perkada Satpol Gianyar, I Wayan Sama, mengatakan, tim gabungan terdiri dari Kapolsek Sukawati AKP Suryadi, Kasi Trantib Kecamatan Sukawati I Made Duwita, Satpol PP Gianyar, Dishub Gianyar, Koramil 1616/05 Sukawati, Perbekel Desa Batubulan I Dewa Gede Sumertha, bersama masing-masing personelnya.

Dalam kegiatan itu, petugas memberi imbauan, edukasi, dan tindakan terhadap masyarakat agar selalu mematuhi prokes. Yang dimaksud yakni selalu memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan.

“Harapannya masyarakat bisa lebih paham pola hidup sehat dan bersih, serta dijadikan kebiasaan dalam tatanan kehidupan baru. Dengan demikian dapat membantu upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi,” paparnya.

Wayan Sama memaparkan, pelanggaran yang ditemukan masih sama seperti sebelum-sebelumnya yakni tidak tertib pakai masker yang benar. Mereka hanya ditegur dan diimbau selalu mematuhi prokes. “Ada 22 orang yang membawa masker tapi tidak dipakai,” ungkapnya.

Para pelanggar itu didata identitasnya serta diberi teguran dan sanksi push up. Setelahnya disampaikan imbauan agar setiap beraktivitas di luar rumah selalu memakai masker.

Made Duwita menambahkan, operasi yustisi ini merupakan bentuk konsistensi Forkompika Sukawati memutus rantai pandemi. Apalagi Desa Batubulan merupakan pintu masuk utama migrasi kependudukan, dan terjadi klaster baru di wilayah ini. “Hal ini makin membuat kami terus berupaya melaksanakan tindakan pencegahan melalui sosialisasi, sidak, operasi yustisi dan bentuk pencegahan lain,” tegasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.