“Open Border” Pariwisata Bali Bergantung Pemerintah Pusat

I Putu Astawa
116 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Putu Astawa, mengatakan, kebijakan membuka border lintas negara melalui Bali menjadi kebijakan pemerintah pusat. Hal itu terkait dengan travel bubble rencana dibukanya kembali pariwisata Bali di akhir Juli 2021.

Astawa mengatakan, dalam hal reopening Bali, Pemprov hanya sebatas pada penyiapan protokol kesehatan seperti penerapan CHSE untuk akomodasi pariwisata hingga kesiapan herd immunity dan zona hijau. “Yang menentukan jadi atau tidaknya dibuka itu kan bukan Pemprov tapi pemerintah pusat,” kata Astawa di Denpasar, Senin (28/6/2021).

Sampai saat ini, kata dia, lonjakan angka Covid-19 kembali terjadi. Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami kenaikan jumlah pasien corona, selain negara lain seperti India, Singapura maupun Malaysia.

Melihat kecenderungan tren Covid-19 yang belum juga landai, Astawa mengatakan, dirinya mengaku tidak terkait secara langsung dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat akibat lonjakan angka Covid-19 secara nasional. “Mungkin kalau ditunda terkait dengan perkembangan Covid-19 selama ini. Tapi kembali lagi, saya tidak bisa memberikan tanggapan masalah kesehatan,” ujarnya.

Sampai akhir Juni, belum ada pernyataan dari otoritas terkait tentang kepastian pembukaan kembali pariwisata Bali. Astawa mengatakan, kalaupun pariwisata Bali jadi dibuka, seharusnya telah disampaikan minimal 30 hari sebelumnya untuk melakukan berbagai persiapan. “Kan tidak mungkin besok dibuka, hari ini baru diumumkan. Minimal 30 hari sebelumnya diumumkan agar kita di Bali bisa mempersiapkan segala sesuatunya,” tandas Astawa. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.