Oknum ASN Inspektorat Buleleng Kembalikan Uang

AA Ngurah Jayalantara
125 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Inspektorat Buleleng, pada Senin (1/3/2021) mengembalikan uang yang merupakan hasil aliran dana dari dugaan korupsi hibah PEN Pariwisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng. Uang sebesar Rp2 juta itu diserahkan kepada tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Kasi Intel yang juga Humas Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara mengatakan, uang ini diserahkan kepada tim penyidik oleh seorang perwakilan oknum ASN di lingkup Inspektorat Buleleng. Uang ini dari keterangan oknum ASN tersebut, diterima dari salah seorang pejabat di Dispar Buleleng yang kini telah menjadi tersangka dan ditahan.

Selanjutnya, uang sebesar Rp2 juta itu dibagi-bagi kepada ketiga orang oknum ASN di Inspektorat Buleleng. “Penyidik kembali menerima uang yang diserahkan oleh salah satu pegawai sebagai perwakilan. Saat menerima uang itu, oknum ASN Inspektorat ini tidak mengetahui darimana sumber uang itu,” kata Jayalantara.

Selain dari oknum ASN di lingkup Inspektorat Buleleng, pada hari yang sama, tim penyidik kembali menerima penyerahan uang dari staf pegawai Dispar Buleleng yang sebesar Rp3,1 juta. “Ada juga dari pegawai Dispar mengembalikan, ini atas dasar kesadaran mereka,” ujar Jayalantara.

Sampai saat ini, uang yang berhasil disita oleh tim penyidik sebagai barang bukti atas kasus dugaan korupsi penyimpangan dana hibah PEN Pariwisata dengan modus mark-up dana kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepariwisataan dan Explore Buleleng, ada sekitar Rp535 juta lebih.

“Hingga saat ini kami masih terus menunggu, siapapun yang merasa telah menerima uang diduga dari aliran dana kasus ini, yang memang bukan hak-nya, maka kami minta agar segera menyerahkan kepada pihak penyidik Kejaksaan,” tegas Jayalantara.

Sementara terkait dengan proses penyempurnaan BAP terhadap 8 tersangka kasus dugaan korupsi hibah PEN, menurut Jayalantara, pihak penyidik kembali memeriksa sebanyak 12 orang saksi untuk dimintai keterangan. Saksi yang dihadirkan merupakan peserta dalam Bimtek Kepariwisataan dan beberapa peserta yang mengikuti program Explore Buleleng.

“Ada 12 orang saksi yang kami periksa, untuk penyempurnaan BAP. Selain itu, ada 2 orang saksi dari pihak rekanan penyediaan jasa travel, dan 1 orang saksi dari penyedia jasa percetakan juga kami mintai keterangan dalam kasus ini,” pungkas Jayalantara. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.