Nyepi 1942, Jadwal Penerbangan yang Tidak Beroperasi di Ngurah Rai Turun Drastis

ist/ suasana Nyepi tahun lalu di Bandara Ngurah Rai
37 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1942/2020 Masehi, yang jatuh pada hari Rabu, (25/3) membuat sedikitnya 386 jadwal penerbangan yang tidak beroperasi dari bandara Ngurah Rai. Dari data tersebut sebanyak 272 penerbangan diantaranya merupakan rute domestik, sedangkan 114 penerbangan adalah rute internasional. Jumlah tersebut turun drastis, jika dibandingkan saat pelaksanaan Nyepi 1941/2019. Saat itu total ada 468 jadwal penerbangan yang tidak beroperasi di bandara Ngurah Rai. Dimana 261 diantaranya merupakan penerbangan rute domestik dari dan ke Bali serta 207 penerbangan rute internasional.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai, Herry AY Sikado menerangkan, penghentian operasional bandara Ngurah Rai akan dilaksanakan selama 24 jam, terhitung mulai dari Rabu, 25 Maret 2020 pukul 06.00 Wita. Bandara Ngurah Rai akan kembali beroperasi secara normal kembali pada Kamis, 26 Maret 2020 pukul 06.00 wita. Upaya tersebut merupakan langlah rutin yang diambil untuk menghormati umat Hindu di Bali, agar dapat melaksanakan ibadah secara khusyuk pada Hari Raya Nyepi. “Seluruh maskapai yang beroperasi dengan penerbangan berjadwal telah melakukan penyesuaian, tentunya dengan tidak melakukan penjualan tiket penerbangan dari dan ke Bali,”ujarnya.

Dipaparkannya, selama pelaksaan Nyepi kali ini, maskapai pelat merah Garuda Indonesia yang menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak yang tidak beroperasi. Total maskapai Garuda Indonesia memiliki penerbangan sebanyak 78 penerbangan, disusul Lion Air 57 penerbangan dan Indonesia Air Asia 52 penerbangan.

Sementara untuk rute domestik penerbangan terbanyak yang tidak beroperasi berasal dari rute dari dan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Jakarta, yaitu 107 penerbangan. Disusul rute dari dan ke Bandar Udara Internasional Juanda (SUB) di Surabaya sebanyak 32 penerbangan dan Bandar Udara Internasional Lombok Praya (LOP) dengan 22 penerbangan.

Untuk rute internasional, tiga besar rute dengan jumlah penerbangan yang tidak beroperasi adalah rute dari dan ke Bandar Udara Internasional Changi (SIN) di Singapura dengan 34 penerbangan, serta Bandar Udara Internasional Perth (PER) dan Bandar Udara Internasional Melbourne (MEL) di Australia, dengan masing-masing 12 dan 10 penerbangan.

Sebelumnya, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Airnav terkait pengaturan jadwal penerbangan. Notice to Airmen atau NOTAM dengan Nomor A4678/19 NOTAMN yang berisi pemberitahuan kepada seluruh maskapai penerbangan dan bandar udara di dunia, bahwa Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan menghentikan sementara operasional penerbangan selama pelaksanaan Nyepi, selama 24 jam. Di samping berdasarkan NOTAM Nomor A4678/19 NOTAMN yang dikeluarkan pada 20 Desember 2019 tersebut, penghentian operasional bandar udara selama Hari Raya Nyepi tersebut juga berlandaskan pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali pada Hari Raya Nyepi.

Meskipun demikian, pihaknya bersama stakeholder lain tetap menempatkan personel yang bersiaga, untuk melayani penerbangan yang bersifat darurat, seperti pendaratan darurat atau emergency landing dan evakuasi medis. Sebanyak lebih dari 350 personel lintas unit telah disiapkan, termasuk personel dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebanyak 20 personel. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*