Ngurah Maharjana Ganti Krisna Nakhodai KPU Karangasem

Proses rapat pleno KPU Karangasem dengan melibatkan tiga komisioner, Kamis (5/11). Rapat memutuskan Ngurah Maharjana sebagai Plt Ketua KPU Karangasem menggantikan Krisna Adi Widana yang dicopot dari jabatan Ketua oleh DKPP pada Rabu (4/11) lalu.
275 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Divisi Hukum KPU Karangasem, I Gede Ngurah Maharjana, untuk sementara mengampu Plt Ketua KPU Karangasem. Dia terpilih menjadi nakhoda para komisioner menggantikan I Gde Krisna Adi Widana dalam rapat pleno, Kamis (5/11) di kantor KPU Karangasem. Rapat pleno tersebut hanya diikuti tiga komisioner yakni I Putu Darma Budiasa (Divisi Teknis), Ni Putu Deasy Natalia (Divisi Sosialisasi) dan Ngurah Maharjana. Satu komisioner lainnya, Ni Luh Kusmirayanti, yang menangani Divisi Data sedang tugas keluar kota.

Menurut Deasy Natalia, terpilihnya Maharjana berdasarkan kesepakatan dari ketiga komisioner yang mengikuti rapat pleno. Maharjana ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua KPU Karangasem menyusul turunnya putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 93-PKE-DKPP/IX/2020 yang memberhentikan Krisna Adi Widana dari jabatan Ketua KPU Karangasem.

Terkait putusan DKPP, Maharjana menjelaskan, selain dicopot dari jabatan Ketua, Krisna juga diberhentikan sementara sebagai anggota KPU Karangasem. Krisna diberi kesempatan maksimal 30 hari untuk menyelesaikan administrasi terkait pemberhentian di Majelis Desa Adat Karangasem. “Walaupun diberi batas waktu, kami berharap agar sesegera mungkin dapat diselesaikan, mengingat tahapan yang terus berjalan,” ulasnya.

Terkait tugas-tugas Krisna dalam Divisi Keuangan Umum dan Logistik, sambungnya, untuk sementara waktu diurus komisioner secara bersama sama. “Jadi semua tetap bisa berjalan sesuai tahapan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menilai pencopotan Krisna tidak akan mempengaruhi jalannya tahapan Pilkada Karangasem 2020. “Tidak ada masalah, semua tetap berjalan, saya jamin. Saya Korwil Karangasem,” tegasnya, Rabu (4/11) malam.

Lidartawan menguraikan, KPU bekerja secara kolektif kolegial. Meski sementara ini Krisna juga diberhentikan sementara sebagai anggota KPU, masih ada empat komisioner lain yang tetap bisa bekerja bersama. Dengan lain ucap, perjalanan KPU Karangasem tidak harus pincang gegara “kehilangan” sementara satu personel.

Sebagai penanggung jawab wilayah Karangasem, Lidartawan mendaku dalam posisi mencari tahu apa sesungguhnya dimaksud dalam putusan DKPP tersebut. Dengan begitu dia dapat memberi saran dan perbaikan sesuai perintah DKPP. “Kalau bisa cepat ya cepat, yang penting tidak lebih dari 30 hari sesuai putusan DKPP. Untuk mengurus surat pemberhentian dari MDA Karangasem saya rasa tidak perlu waktu lama, toh lokasinya dekat dan tidak perlu ke mana-mana,” ulasnya. 017/hen

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.