Musrenbang Kecamatan Mendoyo, Usulan Anggaran Rp162 Miliar Lebih

Bupati Artha saat membuka musrenbang di Kacamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (25/1/2021).
190 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Kecamatan Mendoyo mengggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di Wantilan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Senin (25/1/2021). Dalam musrenbang yang dibuka Bupati Jembrana I Putu Artha tersebut, diusulkan anggaran Rp162 miliar lebih.

Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, mengatakan, dari empat bidang kegiatan yang menjadi usulan dalam musrenbang yakni, bidang infrastruktur perumahan dan LH, ekonomi, sosial budaya, dan bidang aparatur pemerintah, hukum dan HAM. Adapun total anggaran yang diusulkan sebesar Rp162 miliar lebih meliputi anggaran yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten.

Dia memaparkan, untuk bidang infrastruktur perumahan dan LH sebesar Rp126.998.543.820, bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan sebesar Rp8.270.000.000, bidang sosial budaya, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan dengan dana Rp25.668.650.000, serta untuk bidang aparatur pemerintah, hukum dan HAM serta keamanan dan ketertiban dengan dana sebesar Rp1.677.805.743,00. “Total dana yang menjadi usulan dalam Musrenbang Kecamatan Mendoyo sebesar Rp162.614.999.563,” katanya.

Sementara itu, Bupati Artha mengatakan, dalam pembahasan musrenbang kali ini, pihaknya mengingatkan kepada para perbekel/lurah dan BPD agar memastikan program sesuai skala prioritas, khususnya kepada wilayah atau daerah-daerah yang rawan terhadap musibah bencana. “Pastikan program yang diusulkan itu benar-benar menjadi skala prioritas,” pesannya.

Bupati Artha mengatakan, sampai saat ini situasi belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan akibat wabah Covid-19. Hal ini tentu telah menimbulkan dampak negatif kepada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi maupun psikologis masyarakat. Dampak paling nyata terkait dengan penyusunan rencana kerja dan penganggaran pembangunan adalah stagnasi bahkan penurunan pendapatan asli daerah (PAD). Begitu juga dana transfer dari pusat sangat terbatas.

“Oleh sebab itu, saya ingatkan kepada seluruh perangkat daerah agar nantinya menggunakan anggaran atau dana pembangunan itu seefisien mungkin serta merancang program atau kegiatan yang memang benar-benar prioritas,” pungkasnya. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.