Mulai Langka, Tape Lodtunduh Dibangkitkan Kembali

Tape singkong Lodtunduh dikemas dengan bungkus daun pisang.
124 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Tape singkong khas Lodtunduh, Gianyar sangat terkenal. Masalahnya, pembuat tape Lodtunduh mulai jarang, bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Desa Lodtunduh berencana kembali menggeliatkan kuliner khas desa itu yang mulai jarang di pasaran.

Perbekel Lodtunduh, I Wayan Gunawan, mengakui perajin tape khas Lodtunduh kini sangat terbatas. “Hampir punah. Padahal cirinya, rasanya, beda dengan tape daerah lain,” jelas Gunawan.

Lebih jauh diuraikan, bahan baku singkongnya saja berbeda dengan daerah lainnya, karena sesuai kualitas singkong di Lodtunduh. Untuk diketahui, tekstur tanah di Lodtunduh rada berpasir. Dari unsur tanah tersebut, jelasnya, singkong punya rasa khas Banjar Silungan.

Pembeda lainnya yakni proses pembuatan tape singkong Lodtunduh dibuat dengan cara tradisional. Lantaran perajin yang aktif hanya segelintir, dia menegaskan keinginan menggeliatkan Kembali agar jangan sampai kuliner bersejarah hilang. “Tape ini sudah ada dari dulu setelah terbentuknya desa adat, sudah turun-temurun,” ungkapnya.

Pemasaran tape Lodtunduh, sambungnya, selama ini memakai sistem titip di warung dan pasar umum. Lazimnya di Pasar Umum Sukawati dan Singapadu Kaler. Paling jauh sampai Pasar Mambal di Kabupaten Badung. Sayang, pemasaran belum merambah ke pasar oleh-oleh. Dari segi kemasan, tape singkong Lodtunduh masih dibungkus dengan daun pisang.

Apa penyebab perajin tap singkong Lodtunduh mulai langka? Menurutnya, perkembangan pariwisata turut jadi pemantik. “Banyak lahan (tanam) yang sekarang jadi vila,” pungkasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.