Mulai Kamis Ini, Patroli Gabungan Satpol PP, TNI dan Polri pantau seluruh kecamatan di Badung

266 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Mulai Kamis (16/4) ini, petugas Satpol PP BKO kecamatan di Badung akan dibantu oleh petugas dari TNI dan Polri. Dimana tim tersebut akan bersama-sama melakukan pengawasan dan patroli wilayah di seluruh kabupaten Badung. Adapun atensi dari tim tersebut adalah untuk memastikan instruksi dan pemerintah terkait sosial dan physical distancing di wilayah kabupaten Badung berjalan dengan baik. Termasuk melakukan edukasi terhadap masih adanya aktifitas yang ditemui di obyek wista, pasca penutupan operasional sementara DTW di kabupaten Badung.

Kasatpol PP kabupaten Badung, IGAK Surya Negara dikonfirmasi Rabu (15/3) menerangkan, untuk melakukan patroli gabungan tersebut, pihaknya kini mulai bersurat dengan pihak TNI dan Polri. Dimana patroli gabungan itu nantinya akan dibagi menadi 2 shift, yaitu pagi dan malam yang dilakukan selama 60 hari kedepan mulai Kamis (16/4) ini. “Patroli gabungan itu khusus bertugas untuk di masing-msaing kecamatan di Badung. Kalau di induk kita juga lakukan patroli, tapi itu dari internal Satpol PP saja,”terangnya.

Diakuinya, patroli gabungan tersebut dilaksanakan setelah pihaknya mendapatkan anggaran khusus, dalam upaya memastikan pelaksanaan instruksi dan himbauan pemerintah berjalan dengan baik di lapangan. Diantaranya terkait sosial dan physical distancing, yaitu mencegah orang berkerumun. Memastikan jam operasional toko modern, mengawasai para siswa yang berkeluyuran selama jam sekolah, mengawasi penutupan obyek wisata, termasuk pengenaan kelengkapan kesehatan diri seperti masker. “Kita masih pada tahap himbauan dan pembinaan dulu, tapi kalau terus menerus kita temukan dilakukan pelanggaran, maka kita akan ambil tindakan,”tegasnya.

Terpisah, Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista menerangkan, upaya penerapan sosial dan physica distancing juga terus disosialisasikan pihaknya melalui Satgas Gotong Royong. Bahkan mulai Selasa (14/4) masyarakat di lingkungan banjar diakuinya sudah mulai membuat posko gotong royong, yaitu di banjar Pelasa Kuta. Pihaknya berharap setiap banjar di Kuta nantinya juga bisa membuat hal serupa, sehingga hal itu akan lebih memaksimalkan pemantauan, pengawasan dan edukasi kepada masyarakat, termasuk mengontrol isolasi mandiri ODP di wilayah Kuta. “Kedepan kita arahkan agar masing-maaing banjar bisa membuat posko serupa. Dengan kita mawas, artinya kita lebih peduli akan kesehatan dan lingkungan,”ujarnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.