Monitoring Prokes di Denpasar, Kepatuhan Pakai Masker Sangat Tinggi

Tim Yustisi Kota Denpasar melakukan penertiban prokes
111 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Memakai masker adalah salah satu protokol kesehatan (Prokes) yang harus disiplin dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kabar baiknya, tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker di Kota Denpasar belakangan ini sangat tinggi.

Hasil monitoring kepatuhan Prokes yang disajikan laman https://covid19.go.id/monitoring-kepatuhan-protokol-kesehatan, tingkat kepatuhan memakai masker di Kota Denpasar berada dalam rentang 91-100 persen.

Monitoring kepatuhan Prokes ini dilakukan pada 15-21 November 2021.

Jumlah orang yang dipantau dalam monitoring kepatuhan prokes ini sebanyak 403,638 orang di 67,756 titik yang dipantau, yang tersebar di empat kecamatan dan 43 desa/Kelurahan di Ibu kota Provinsi Bali itu.

Untuk kecamatan Denpasar Timur, kepatuhan masyarakat memakai masker 99,96 persen, Denpasar selatan 99,93 persen, Denpasar selatan 99,08 persen dan Denpasar Barat 99,91 persen.

Sementara itu, upaya penertiban prokes terus dilakukan Tim Yustisi Kota Denpasar.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, pihaknya gencar melakukan penertiban prokes karena penularan virus Covid-19 masih terjadi walaupun sudah melandai. Apalagi setiap penertiban masih saja ditemukan ada pelanggaran prokes.

“Karena masih adanya pelanggaran prokes kami akan semakin gencar melakukan penertiban. Untuk menekan terjadinya penularan maka kami terus melakukan penertiban,” tegas Sayoga.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai meminta masyarakat untuk tetap disiplin prokes kendati kasus sedang melandai.

Jika lengah dan abai prokes, kata dia, kasus Covid-19 bisa kembali meningkat, apalagi ada ancaman ledakan kasus pada akhir.

“Tidak boleh kendor menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” ujarnya. 010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.