Momentum Berbagi Perspektif, FIB Unud Gelar Seminar Alumni

Foto : Para narasumber, moderator, dan penyelenggara berfoto bersama usai penyelenggaraan Seminar Alumni FIB Unud serangkaian Pelepasan Calon Wisudawan ke-134, Selasa (10/12).
Foto : Para narasumber, moderator, dan penyelenggara berfoto bersama usai penyelenggaraan Seminar Alumni FIB Unud serangkaian Pelepasan Calon Wisudawan ke-134, Selasa (10/12).
527 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Empat lulusan terbaik dari jenjang dan program studi berbeda tampil sebagai narasumber dalam Seminar Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) di Auditorium Widyasabha Mandala FIB Unud, Denpasar, Selasa (10/12). Seminar digelar serangkaian Pelepasan Calon Wisudawan ke-134 yang akan dilaksanakan Kamis (12/12).

Mereka adalah Dr. Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti, S.S., M.Hum. (program doktor), Luh Putu Ratnayanti Sukma, S.S., M.Hum. (program magister), Gede Boy Sistha Nanda Dipraja, S.S. (program sarjana), dan Mila Yefriza, S.S. (program sarjana). Keempatnya masing-masing membawakan makalah yang bersumber dari karya ilmiah akhirnya.

Merlyna yang menyelesaikan pendidikan doktornya selama 3 tahun 1 bulan memaparkan makalah berjudul “Kesantunan Berbahasa Jepang Caregiver Indonesia sebagai Pelayan Lansia di Jepang”. Sedangkan, Putu Ratnayanti yang merupakan lulusan Prodi Magister Linguistik mempresentasikan makalah berjudul “Verba Keadaan Bahasa Jepang: Kajian Metabahasa Semantik Alami”.

Boy Sistha Nanda sebagai wakil lulusan sarjana program bahasa menyajikan makalah berjudul “Aspektualitas Fukugoudoushi ~Kiru, ~Nuku, dan ~Toosu dalam Kalimat Bahasa Jepang Sehari-hari oleh Orang Jepang di Bali”. Sementara itu, sebagai pemakalah terakhir, Mila Yefriza yang mewakili lulusan sarjana program budaya mempresentasikan makalah berjudul “Bendi: Transportasi Budaya di Kota Solok Sumatera Barat antara Tantangandan Peluang Tahun 1970-2000”.

Wakil Dekan I FIB Unud, I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., usai membuka seminar berharap ajang akademik rutin itu dapat dijadikan momentum bertukar informasi mengenai disiplin keilmuan yang ditekuni para calon wisudawan. “Ini adalah acara akademik rutin digelar sebelum mereka dilepas secara resmi. Jadi, dalam momentum ini lulusan terbaik dari setiap program diberi kesempatan menyampaikan karya ilmiahnya, dengan harapan mereka dapat saling bertukar perspektif satu sama lain,” katanya.

Diungkapkan, di era sekarang, kolaborasi antar disiplin keilmuan, termasuk ilmu-ilmu budaya sangat dibutuhkan. Kolaborasi multidisiplin diyakini dapat meningkatkan dan mempercepat akselerasi penggalian nilai-nilai budaya untuk menjawab tantangan ke depan.

“FIB Unud kaya akan informasi keilmuan, dengan kandungan ilmu kebudayaan yang dimiliki, misalnya Pusat Kajian Lontar, kan perlu ditingkatkan untuk digali dan dikembangkan. Dari kandungan kebudayaan yang kita miliki, kita masih perlu belajar, juga harus banyak kolaborasi dengan pihak luar. Kolaborasi ini bukan hanya dengan pihak luar negeri, tapi juga di luar disiplin kita (ilmu budaya, red), sehingga akselarasinya akan lebih cepat terhadap penggalian nilai-nilai ilmu budaya, baik cara strategis maupun metodologis,” jelasnya.

Ke depan, lanjutnya, penguasaan teknologi juga harus ditingkatkan oleh penekun ilmu-ilmu budaya. Di era digital ini, teknologi tak dapat dipungkiri telah menjadi salah satu stimulus peningkatan produktivitas keilmuan. “Saya kira ke depan secara akademis mahasiswa harus membekali diri dengan teknologi digital. Teknologi memang tak banyak mempengaruhi, namun teknologi adalah aspek pendukung, ia dapat meningkatkan produktivitas, dan akan memberi peluang pilihan-pilihan baru,” tandasnya.

Pada Upacara Pelepasan Calon Wisudawan ke-134, FIB Unud akan melepas 43 orang calon wisudawan. Jumlah tersebut terdiri dari 6 orang Prodi Doktor Linguistik, 1 orang Prodi Doktor Kajian Budaya, 10 orang Prodi Magister Linguistik, 2 orang Prodi Magister Kajian Budaya, 1 orang Prodi Sastra Bali, 9 orang Prodi Sastra Inggris, 7 orang Produ Arkeologi, 1 orang Prodi Sejarah, 5 orang Prodi Antropologi, dan 1 orang Prodi Sastra Jepang. 015

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.