Minta Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Bendera, Pengurus PDIP Gianyar Datangi Polres Gianyar

Ket foto: Pengurus DPC PDI Perjuangan Gianyar mendatangi Polres Gianyar - POS BALI/ADI
84 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Gianyar mendatangi Mapolres Gianyar, Senin (29/6), untuk mendukung aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera PDIP di Jakarta belum lama ini. Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana, menerima perwakilan pengurus partai. Setelah menerima oerwakilan partai, Kapolres beserta jajaran lalu berdiri tegak di loby untuk mendengarkan orasi yang dibacakan Ketut Sudarsana yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Gianyar itu.

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Gianyar, I Ketut Sudarsana menjelaskan, dalam kegiatan itu tetap menjalani protokol kesehatan di tengah Covid 19. “Hari ini kami mengantarkan surat pengaduan masyarakat dari DPC ke Kapolres untuk ditindaklanjuti ke jajaran lebih tinggi. Tujuannya mendukung penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera PDIP di Jakarta beberapa waktu lalu,” terangnya.

Disampaikannya, partainya merasa terusik dituding sebagai PKI, padahal sesungguhnya PDI Perjuangan merupakan jelmaan dari PNI. “Rakyat tahu PNI didirikan oleh Bung Karno, PNI sangat bertentangan dengan komunis dan tidak cocok dengan alam, peradaban dan budaya yang ada di Indonesia,” tandasnya.

Sudarsana menegaskan PDI Perjuangan konsisten jika bicara tentang Pancasila, karena Pancasila merupakan falsafat dan idiologi bangsa. “DPC di bawah payung PDIP yang hormat kepada pimpinan, kami tetap tenang dan menempuh jalur hukum yang ada. Dan PDIP berada di garis terdepan jika ada yang merubah Pancasila dari bumi Indonesia ini,” tegasnya.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar, Made Mahayastra sangat menyayangkan oknum pembakar bendera PDI Perjuangan di Jakarta. “Dimana sekarang ini sedang menangani virus Covid 19, sementara dia sebagai pemicu membuat kekisruhan dengan membakar bendera PDI Perjuangan,” ujarnya. Kata Mahayastra, kalau ingin menyampaikan sesuatu sudah disediakan tempat, lembaga-lembaga yang bisa disampaikan dan waktu. “Mengapa membakar bendera di jalanan. Jelas hal ini membuat ketersinggungan,”kata Mahayastra yang juga Bupati Gianyar.Dikatakan, PDI Perjuangan merupakan partai yang besar dan partai yang berproses. Bahkan partai dulu melawan kekuasaan. “Dengan kasus pembakaran, sebagai kader partai wajar tidak terima dan marah diseluruh Indonesia.Kami menuntut pelaku diproses secara hukum,” pungkasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.