Meriahkan Pameran Bali Bangkit, Kadis dan Istri Ikut Peragaan Busana

Foto: Kadisdikpora Boy Jayawibawa tampak berlenggak-lenggok dengan sang istri tercintanya saat peragaan busana yang diminta oleh Ny. Putri Koster.
393 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Lenggak-lenggok para kepala dinas di jajaran Pemerintahan Provinsi Bali bersama istrinya masing-masing memeriahkan pembukaan Pameran Bali Bangkit yang berlangsung di Gedung Ksiarnawa, Taman Budaya Bali di Denpasar, Jumat (4/12) malam.

Mereka diminta oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasionan Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny Putri Koster untuk menjadi model dalam peragaan busana endek. “Ayo kita sekarang minta kepala dinas bersama istrinya menjadi model,” pinta Putri Koster.

Sontak hal itu membuat mereka tak bisa menolaknya. Kendatipun sedikit malu-malu, mereka pun mulai melenggak-lenggok berjalan bak model profesional di panggung gedung ini. Diawali Kadisperindag bersama istrinya, peragaan busana endek inipun dimulai.

Seusai Kadisperindag, dilanjutkan peragaan busana dari Kadisdikpora, lanjut Kadisnaker, Kadiskominfos, Karo Hukum, Karo APBJ, Kadis PMD, Karo Pem Kesra dan ditutup oleh Sekwan yang tampak tampil percaya diri dengan sang istri tercintanya.

Ditemui seusai peragaan busana itu, Putri Koster menuturkan bahwa itu adalah spontanitas saja. “Ibu saja yang menodong bapak-bapak kita. Karena asyik kan. Ini adalah kesempatan, karena sehari-hari biasanya formal banget,” ujar sembari melepas tawa.

Putri Koster menambahkan, langkah ini juga untuk lebih mengenal para ibu-ibu dari istri kepala dinas ini. Apalagi, kata dia, para ibu-ibu ini tidak ikut dalam TP PKK Provinsi Bali. “Jadi cara ibu seperti ini untuk lebih dekat dengan istri para kepala dinas,” ujarnya.

Sementara terkait Pameran Bali Bangkit yang melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini mengungkapkan bahwa akan terus melakukan pameran seperti ini.

“Jadi kita punya Art Centre yang begitu megah. Lalu kenapa harus dikosongkan. Jadi, begitu orang tahu bahwa rutin ada pameran, itu tamu-tamu yang berlibur ke Bali akan tak sungkan-sungkan datang kesini. Kalau hanya ada even rutinitas seperti pesta seni maupun festival Bali Jani, itu kan hanya bulan-bulan tertentu saja,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap, para UMKM yang berjualan agar memberikan harga pasti kepada para konsumen. “Ibu harap para UMKM mencari untung hanya 20 persen dari harga produksi maupun ongkos yang lainnya. Makanya ibu ajarkan UMKM harga fixed price seperti di mal-mal,” harapnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.