Menafsirkan Ulang Sosok Resi Subali, Pentas Kabupaten Bantul di Panggung PKB Ke-41

681 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Utusan Pemerintah Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 “Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin” menyajikan sendratari berjudul “Senapatya Kuskendha”. Uniknya, lakon yang mengambil babon dari epos Ramayana ini berupaya mendekontruksi tokoh Subali (Resi Subali) yang biasanya dikenal sebagai tokoh antagonis menjadi tokoh protagonis.

Koordinator garapan yang juga merupakan penata tari, Bima Arya Putra, sesaat sebelum pementasan di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (26/6) mengatakan pihaknya memang sengaja mengambil episode tersebut. Kisah ini dipandang memiliki banyak pesan bijak yang bisa dijadikan cermin menjalani hidup saat ini.

“Episode ini ceritanya menarik, karakter-karakternya juga jarang diangkat mendalam. Selain itu, kami juga ingin mengambil perspektif yang berbeda dibanding kisah pada umumnya. Di sini, kami tonjolkan tokoh Resi Subali yang biasanya selalu dianggap tokoh antagonis menjadi tokoh protagonis,” tuturnya.

Untuk menyajikan garapan tersebut, mahasiswa ISI Yogyakarta ini berkolaborasi dengan penata gambelan, Sahrul Kepek Yulianto. Alhasil, pementasan singkat yang berlangsung selama sekitar 25 menit itu menuai perhatian banyak pengunjung PKB ke-41.

“Tim ini didukung 15 orang, enam orang penabuh iringan termasuk sinden, dan sembilan orang berperan sebagai  penari. Kami sudah mempersiapkan ini dari sebulan lalu, dan setelah tampil di sini kami juga akan tampil di Jawa Tengah,” katanya sembari mengaku persiapannya tampil di PKB masih kurang.

Kisah yang diangkat menceritakan pertempuran Resi Subali melawan dua orang raja raksasa berkepala sapi dan kerbau penguasa Goa Kuskendha, Mahesasura dan Lembusura. Pertempuran itu dipicu lantaran keduanya telah menculik Dewi Tara.

“Resi Subali adalah utusan dewa yang turun sebagai kera sakti mandraguna yang akan membebaskan Dewi Tara dari jerat Mahesasura dan Lembusura, simbol keangkaramurkaan,” tandas Bima. eri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.