Membuat “Gayah”, Pekerjaan yang Jarang Diminati Generasi Muda

Pembuatan gayah, salah satu sarana bebantenan.
300 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Membuat gayah, atau yang sering disebut dengan cacah kemulan, sebagai salah satu sarana bebantenan sebagian besar umat Hindu di Kabupaten Karangasem, sangat minim yang mau menekuni. Hanya orang-orang tertentu yang ditemukan bisa melakukan pekerjaan mengukir daging, dengan bentuk sedemikian rupa dan sarat makna, tersebut.

I Gede Ngurah Tangkas Sudana, ditemui Senin (12/10) mengungkapkan, membuat sarana banten cacah kemulan sebenarnya tidak sulit. Kalau sudah ada kemauan pasti akan bisa. Namun, dia mengakui memang agak rumit, karena membentuk guratan berbahan kulit babi tersebut memang butuh keterampilan tersendiri. Masing-masing bentuk ukiran berbeda dengan memiliki nama dan makna.

Ada yang namanya lencing paku, bingin, kekepu, atep basang-atet tundun sampai jenisnya lebih dari 20 batang sate gubahan berbahan kulit babi yang dimasak. Untuk cacah kemulan ini guratannya lengkap, dengan bahan potongan kepala bali,” tutur salah satu penekun cacah kemulan itu.

Dia melihat sekarang jarang ditemui generasi muda mau belajar membuat cacah kemulan, padahal barang ini sangat dibutuhkan. Menurutnya, rata-rata generasi muda saat ini paling hanya bisa membuat sate tusuk dan sate lilit, tapi jarang sekali bisa membuat cacah kemulan.

“Saya khawatir penekun ini akan punah, sedangkan setiap upacara yadnya ageng bahan sarana ini sangat diutamakan,” cetusnya bernada menyayangkan. 017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.