Memaknai Hari Guru di Masa Pandemi: Tantangan Tingkatkan Kompetensi dan Prestasi

Foto bersama usai peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-76 PGRI di halaman SMP Nasional Denpasar, Kamis (25/11/2021).
165 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Sudah dua kali berturut-turut dunia pendidikan Indonesia melalui Hari Guru Nasional (HGN) di masa pandemi Covid-19. Menurut Kepala SMP Nasional Denpasar, Ni Putu Supadmi, S.Pd, kondisi ini mesti dimaknai oleh para guru sebagai tantangan untuk terus-menerus meningkatkan kompetensi dan prestasi.

Supadmi mengaku awalnya dirinya sebagai guru merasa bimbang, bagaimana cara menghadapi peserta didik di masa pandemi ini. Seiring berjalan waktu, dia pun menyadari bahwa seorang guru pantang menyerah untuk mendidik anak-anak, seperti lilin yang menyinari kegelapan.

“Memaknai hari guru di masa pandemi ini, kami di SMP Nasional Denpasar bahu-membahu, saling membantu untuk memajukan peserta didik kami dalam menuntaskan pembelajaran,” ucapnya ditemui usai peringatan Hari Guru, Kamis (25/11/2021).

Supadmi menjelaskan, walaupun peraturan dari Mendikbud bahwa di masa pandemi ini kurikulum tidak harus tuntas semuanya, paling tidak guru bisa memberikan suatu bimbingan dan pengawasan kepada peserta didik. Dia mengakui, meningkatkan karakter peserta didik di masa pandemi dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang agak sulit, karena belajar dari rumah itu tidak gampang.

“Paling tidak kita bisa memberikan pengawasan walaupun dengan jarak jauh, tetap kami memberikan bimbingan kepada mereka. Seandainya ada kesulitan terhadap pelajaran dan lain-lain, orang tua maupun peserta didik itu kami bisa mendatangkan ke sekolah,” jelasnya.

Menurut Supadmi, dengan guru-guru di sekolahnya menyadari bagaimana menghadapi tantangan di masa pandemi, hal ini cukup membuahkan hasil. Terbukti di masa pandemi, anak-anak didiknya mampu memperoleh prestasi. Salah satunya, baru-baru ini siswanya berhasil meraih juara 2 di tingkat provinsi dalam rangka lomba cover lagu “Galungan & Kuningan”.

“Itu membuktikan bahwa kami bisa. Artinya kita mampu. Tidak ada halangan bagi kami walaupun dalam masa seperti ini. Mungkin dikatakan masa sulit, tetapi guru tidak ada mengatakan itu sangat sulit, semua bisa kita lalui,” tutur perempuan yang telah menjadi guru sejak tahun 1987 ini.

Supadmi berpesan, sebagai guru yang patut digugu dan ditiru, harus meningkatkan prestise dengan kompetensi dan prestasi, melalui workshop, diklat, apapun yang diberikan dari pemerintah. “Kami selalu siap untuk mengikuti demi memajukan prestasi, kompetensi guru kami, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini,” tutupnya.

Dalam peringatan HGN dan HUT ke-76 PGRI, keluarga besar Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) yang menaungi unit SMP Nasional, SMK Teknologi Nasional dan Undiknas juga menggelar apel peringatan di halaman SMP Nasional. Ketua Perdiknas, Dr. AA Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda dalam upacara tersebut yang diwakili Sekretaris Wayan Sri Maitri, SE., MM., mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran penting bagi dunia pendidikan bahwa peran guru tak bisa tergantikan oleh teknologi. Meski selama pandemi pembelajaran daring sangat gencar, tetap diperlukan interaksi guru dan siswa. Sebab pendidikan bukan sekadar untuk memperoleh pengetahuan, tetapi tentang nilai dan karakter. rap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.