MDA Propinsi Bali Instruksikan Tunda Proses Ngadegang Bendesa Adat Tahun 2020

ist/ Made Wena
920 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Seluruh Desa Adat di Bali, yang seharusnya melaksanakan suksesi pemilihan (Ngadegang) Bendesa Adat pada tahun 2020 ini, diinstruksikan untuk menunda proses Ngadegang (pemilihan) Bendesa Adat. Instruksi tersebut disampaikan oleh Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, melalui surat edaran Nomor 002/SE/MDA-Prov Bali/IV/2020 tertanggal 4 April 2020. Instruksi tersebut berlaku sejak tanggal terbitnya surat diterbitkan sampai batas waktu selesainya Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang akan disampaikan kemudian.

Petajuh Bendesa Agung Bidang Kelembagaan, I Made Wena dikonfirmasi Sabtu (4/4) malam menjelaskan, Surat Edaran tersebut dikeluarkan mengacu pada kondisi riil di lapangan, terkait penyebaran Covid-19 di Bali yang semakin meningkat. Dimana ada 7 dasar hukum yang menjadi acuan dikeluarkannya Surat Edaran tersebut; pertama Keppres 11 Tahun 2020, tentang penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 tertanggal 31 Maret 2020. Kedua PP RI Nomor 21 Tahun 2020, tentang pembatasan sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penangaan Covid-19 tertanggal 31 Maret 2020, Ketiga, Maklumat Kapolri Nomor: Mak/2/III/2020, tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Covid-19 tertanggal 19 Maret 2020. Keempat, Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 tahun 2020, tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali tertanggal 1 April 2020. Kelima, Perda Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Keenam,  Pergub Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda No 4 tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Serta AD/ART MDA Bali.

Berdasarkan hal tersebut, serta kewenangan yang diberikan oleh Paruman Agung Desa Adat se-Bali pada tanggal 6 Agustus 2019, maupun Pasal 53 Pergub Bali No 4 tahun 2020, demi mengutamakan keselamatan kemanusiaan, maka MDA Propinsi Bali kemudian mengeluarkan instruksi tersebut. Adapun beberapa point yang tertuang dalam Surat Edaran tersebut yaitu; Pertama, menginstruksikan desa adat untuk senantiasa mematuhi seluruh kebijakan pemerintah terkait Percepatan Penanganan Covid-19. Kedua, menginstruksikan agar menunda seluruh proses yang sedang dan akan berjalan, kaitan dengan pemilihan (ngadegang) bedesa dan prajuru adat baru. Instruksi itu berlaku sampai selesainya status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat terhadap Covid-19, yang akan disampaikan kemudian.

Ketiga, menginstruksikan penundaan agenda pengukuhan ataupun pejaya-jayaan, bagi desa adat yang sudah melaksanakan pemilihan. Keempat, menyatakan bahwa bendesa dan prajuru saat ini tetap dapat melaksanakan tugasnya secara sah, sampai terpilih dan dikukuhkannya bendesa dan prajuru adat baru. “Keabsahan untuk tetap melaksanakan tugas sebagai bendesa dan prajuru, sebagaimana disebutkan dalam poin keempat, itu dapat dimohonkan Surat Keputusan Perpanjangan Masa Bakti kepada MDA Bali,”papanua menyampaikan isi dari poin Kelima.

Keenam, SE tersebut menginstruksikan desa adat yang seharusnya melaksanakan suksesi pemilihan/ngadegang bendesa adat atau sebutan lain, agar segera melapor ke MDA Bali. Itu disampaikan dengan menembuskan kepada MDA Kecamatan dan MDA Kabupaten, selambat-lambatnya 20 April 2020..Ketujuh, menyatakan bahwa SE tersebut berlaku sejak tanggal terbit hingga selesainya Kedaruratan Kesehatan Masyarakat terhadap Covid-19. Sementara poin terakhir, adalah penegasan bahwa bagi desa adat yang tidak patuh, akan dikenakan sanksi administrasi. Sanksi tersebut berbentuk tidak diterbitkannya Surat Keputusan (SK) MDA Bali tentang Pengukuhan Bendesa Adat dan Prajuru Desa Adat, terhadap desa adat bersangkutan. “Jadi kami harap SE ini bisa diperhatikan oleh seluruh desa adat se-Bali. Utamanya yakni desa adat yang berencana melaksanakan proses pemilihan atau ngadengang bendesa atau sebutan lainnya, serta yang hendak melaksanakan pengukuhan dan pejaya-jayaan terhadap bendesa dan prajuru terpilih,” pungkasnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.