Masyarakat Taati Imbauan MDA, Pantai Sanur Sepi Saat Banyu Pinaruh

Suasana Pantai Sanur tampak sepi pada hari suci Banyu Pinaruh, Minggu (31/1/2021) pagi. Sesuai dengan imbauan MDA Kota Denpasar bahwa dalam perayaan Banyu Pinaruh ini masyarakat diimbau tidak ke pantai.
150 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Kondisi sepanjang Pantai Sanur pada hari suci Banyu Pinaruh, Minggu (31/1/2021), terpantau sepi pengunjung. Kondisi ini tak terlepas karena adanya surat imbauan dari Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar bernomor 25/MDA-DPS/I/2021 tentang Pelaksanaan Hari Suci Saraswati, Banyu Pinaruh, dan Hari Pagerwesi.

Menurut Lurah Sanur, Ida Bagus Raka Jisnu, sepinya pengunjung ke pantai juga dikarenakan adanya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 02 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM). Sesuai dengan surat edaran tersebut pihak Kelurahan Sanur langsung melakukan pemantuan di lapangan dibantu TNI, Polri, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, dan Satpol PP Kota Denpasar. “Dengan adanya surat edaran tersebut kondisi pantai sangat lengang, karena masyarakat nampak mengikuti imbauan tersebut dan mentaati protokol kesehatan,” ungkap Raka Jisnu.

Dia juga mengatakan di sepanjang pantai tidak ada yang berkerumun pada perayaan Banyu Pinaruh kali ini. Kondisi sepi juga terjadi sepanjang pesisir pantai yang ada di wilayah Kelurahan Sanur seperti Pantai Segara Sanur sampai Pantai Mertasari. Menurutnya tanpa ke pantai masyarakat masih bisa melaksanakan Banyu Pinaruh di rumah saja tanpa mengurangi makna, mengingat situasi pandemi saat ini. Hal itu harus dilakukan dalam upaya menekan penularan Covid-19.

Satgas Covid-19 saat menjaga dan mengawasi pintu masuk Pantai Sanur.

Sebelumnya, MDA Kota Denpasar mengeluarkan surat imbauan bernomor 25/MDA-DPS/I/2021 yang mengatur tentang pelaksanaan Hari Suci Saraswati, Banyu Pinaruh, dan Hari Pagerwesi. Hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 pada klaster upacara adat dan keagamaan. Bendesa Madya MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Rabu (27/1/2021) lalu menjelaskan, umat Hindu akan melaksanakan rangkaian upacara keagamaan dalam beberapa hari ke depan. Hari Saraswati yang jatuh pada 30 Januari 2021, Banyu Pinaruh yang jatuh sehari setelah Saraswati yakni pada 31 Januari 2021, dan Pagerwesi pada 3 Februari 2021.

“Mengingat saat ini masih pada masa pelaksanaan PPKM, dan pandemi Covid 19, maka dipandang perlu dikeluarkanya imbauan sebagai pedoman bagi umat Hindu di Kota Denpasar dalam melaksanakan rangkaian upacara adat dan keagamaan tersebut,” ujar Sudiana.

Sudiana merinci, secara teknis bahwa saat Hari Saraswati, masyarakat diimbau untuk melaksanakan persembahyangan dari rumah baik di merajan maupun di sanggah masing-masing. Untuk Banyu Pinaruh, masyarakat diimbau untuk tidak ke pantai atau tempat umum lainnya, melainkan melaksanakan pengelukatan dari rumah. “Dari imbauan ini juga kami sampaikan bahwa bagi desa adat yang di wilayahnya terdapat pantai atau beji tempat melukat agar melaksanakan pengawasan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta melaksanakan penjagaan pintu masuk dan mengimbau krama desa adat untuk tidak melaksanakan pengelukatan di pantai saat Hari Banyu Pinaruh,” ujarnya.

Untuk Hari Pagerwesi, Sudiana mengatakan bahwa secara umum pelaksanaanya tetap memperhatikan dresta di masing-masing desa adat, penerapan prokes terus dioptimalkan dan dilaksanakan pengawasan oleh Satgas Covid-19 di desa adat. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.