Masyarakat Harap Cari Informasi Resmi Terkait Perkembangan Covid-19 di Bali, Belakangan Banyak Informasi Aba-abal

Foto: Prof Made Damriyasa. ist
832 Melihat

 

DENPASAR, posbali.co.id – Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali (Pokli Gubernur) Prof. Made Damriyasa mengharapkan, masyarakat yang ingin mengetahui soal perkembangan wabah covid-19 (Corona) hendaknya mencari informasi di sumber resmi. Belakangan banyak informasi abal-abal muncul di masyarakat, sehingga masyarakat menjadi bingung dan ragu.

Ia menjelaskan Gubernur Bali sudah membentuk Satgas Penanggulangan Covid-19 diketuai Sekda Bali Dewa Made Indra. Posko Satgas di Kantor BPBD Bali, Call Center 1500451 dan 0361-251177 dengan WA 085792240799.
“Kalau ada yang ingin koment, memberikan masukan, membantu pemerintah Bali dalam membuat kebijakan, bahkan memberikan kritik sekali pun – hendaknya didasarkan atau berdasarjan rujukan informasi yang ada di Posko Satgas Covid-19 Bali itu. Jangan atas dasar kebencian, tidak senang atau sifat iri, apalagi ingin membuat Bali gaduh,” kata Prof Damriyasa yang sehari-hari juga Rektor UNHI itu.

Pokli Pembangunan Gubernur Bali sifanya pendampingan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga Pimpinan OPD dapat bekerja lebih gesit dan lebih cepat. Pokli tidak memiliki semangat dan sifat ABS (Asal Bapak Senang), sebab kajian-kajian yang dibuat berdasarkan pemikiran akademis yang harus ilmiah, jujur dan akuntabel.

Di bagian lain, anggota Pokli Prof Made Sudiana mengatakan, sebagai ilmuwan ia menyesalkan ada pihak berpendapat Pokli sebagai pedamping Gubernur Bali hanya ABS menghadapi wabah Corona di Bali. Malahan ada yang mengatakan melalui media sosial, Gubernur memiliki buzzer dengan melakukan fitnah terhadap kalangan yang memberikan kritik kepada Pemerintah Provinsi Bali.
Ia mengatakan, tuduhan tersebut mengada-ada. Kalau itu benar ada fitnah, jangan-jangan dilakukan pihak lain mengatasnamakan orang dekat Gubernur Bali. Atau ia bikin sendiri, kemudian dibantah sendiri. Sekarang zaman sosial media, di mana setiap individu bebas menulis apa maunya lewat akun masing-masing.

Sudiana beranggapan, aturan dan protokol yang dilakukan dalam menangani Corona di Bali sudah jelas. Setiap sore Ketua Satgas, Sekda Bali melakukan jumpa pers dengan terbuka mengenai perkembangan virus, dan cara penanganannya.

“Kalau saja setiap pihak yang kritis mau membaca dan melihat perkembangan tersebut di media massa, maka mereka akan memahami apa yang dilakukan Satgas Covid-19 Bali itu,” kata Prof Made Sudiana.

Sementara itu, Made Sujaya mantan Kadis Kominfos Bali yang kini ikut terlibat di Pokli Gubernur Bidang Telekomunikasi, Informasi dan Komunikasi (TIK) mengatakan, Kominfos Bali sudah menyiapkan berbagai informasi yang lengkap soal wabah Corona. Jika ada yang memerlukan, silakan kontak Satgas melalui saluran telepon atau Wasthap yang ada. Ia mengharapkan, jangan percaya dengan informasi abal-abal yang berlliweran di sosial media. belakangan ini.

Ia mengajak semua pihak bersatupadu mengatasi Corona di Bali khususnya, sebab kita merupakan daerah terbuka sebagai obyek turis internasional. Corona tidak akan selesai dengan ucapan nyinyir di media sosial. (*)

2 Comments

  1. Kepada bpk pemerintah yg saya hormati,dengan tidak hormat sy menyamapaikan.lakukan dengan tegas lockdown brapa hari minggu tutup aspek kegiatan bentuk apa pun,turunkan petugas kesehatan tiap desa untuk mengecek kesehatan masyarakat.percuma jg lockdown klo tidak ada pengecekan.trima kasi jika ada kata2 saya yg salah,saya minta maaf sebesar besarnya

  2. Kepada bpk pemerintah yg saya hormati,dengan tidak hormat sy menyamapaikan.lakukan dengan tegas lockdown brapa hari minggu tutup aspek kegiatan bentuk apa pun,Jika itu membuat keadaan membaik,jgn ditunda pak,dan turunkan petugas kesehatan tiap desa untuk mengecek kesehatan masyarakat dan pengarahan tiap rumah.percuma jg lockdown klo tidak ada pengecekan.trima kasi jika ada kata2 saya yg salah,saya minta maaf sebesar besarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.