Masyarakat Antusias Manfaatkan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor

Wajib pajak di kantor Samsat Kota Denpasar
190 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Suasana berbeda tampak di UPT Samsat Kota Denpasar, Sabtu (12/6) pagi. Terlihat di depan kantor ini berjejer puluhan sepeda motor yang terparkir rapi. Tetapi, ketika memasuki halaman kantor ini, suasana tampak lenggang. Rupanya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dilakukan dengan ketat.

Namun saat memasuki gedung, para wajib pajak ini cukup ramai mengantri untuk menunaikan kewajibannya. Kendati demikian, penerapan pemakaian masker, dan jaga jarak antar individu dilakukan dengan ketat. Bahkan sebelum masuk gedung, mereka wajib cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer serta diukur suhu tubuhnya.

Kedatangan masyarakat itu bukan tanpa alasan. Mereka memanfaatkan kebijakan pro rakyat Pemerintah Provinsi Bali berupa diskon piutang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Tak hanya penghapusan berupa sanksi denda dan bunga saja, akan tetapi kebijakan meringkankan yaitu bagi wajib pajak yang menunggak PKB hingga tiga tahun atau lebih, cukup membayar hanya dua tahun saja.

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pembebasan Pokok Pajak serta Penghapusan Sanksi Administratif Berupa Bunga dan Denda Terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II.

Meningkat hingga Dua Kali Lipat

Sekuriti I Made Suhartama menuturkan, peningkatan jumlah masyarakat ke kantor samsat ini sekitar dua kali lipat sejak tanggal 8 Juni 2021. Kata dia, masyarakat yang datang karena ada kebijakan diskon samsat. “Lumayan ramai dibandingkan sebelumnya,” tuturnya.

Hal tersebut juga dibenarkan Kepala UPT Samsat Denpasar, Ketut Suarsana. Menurutnya, masyarakat wajib pajak sangat antusias memanfaatkan momen diskon pajak ini. “Wajib pajak sudah ramai sejak tiga hari lalu, dan untuk hari Sabtu, kami tetap buka hingga pukul 13.00 WITA,” katanya saat memantau wajib pajak di kantornya itu.

Animo Masyarakat Sangat Antusias

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra tak menampik bahwa animo masyarakat sangat antusias memanfaatkan momen diskon pajak ini. “Jadi laporan Kepala Bapenda Provinsi Bali kepada saya, hari pertama hingga hari ini, respon masyarakat cukup baik memanfaatkan kebijakan bapak gubernur untuk relaksasi pajak kendaraan bermotor dan biaya balik nama kendaraan bermotor,” ujarnya ketika ditemui di Taman Budaya Bali di Denpasar.

Menurutnya, banyak masyarakat yang memanfaatkan kebijakan ini, dilihat dari peningkatan yang signifikan para wajib pajak yang datang membayar pajak yang tahun lalu tertunda. Begitu juga masyarakat yang membeli kendaraan seken belum balik nama banyak juga yang memanfaatkannya.

“Sampai hari ini, kebijakan ini cukup efektif untuk membantu masyarakat, dan masyarakat juga sangat baik memanfaatkan kebijakan bapak gubernur. Tetapi, saya melihat data Bapenda masih banyak warga yang belum memanfaatkan ini. Jadi karena ini ada waktunya, saya mohon masyarakat segera melakukan kewajibannya, dan memanfaatkannya dengan baik,” harapnya.

Inovasi yang Memikirkan Rakyat

Apresiasi pun terlontar dari Ketua DPRD Kabupaten Badung, Putu Parwata yang juga ditemui di Taman Budaya Bali. Sebagai wakil rakyat, pihaknya mendukung penuh kebijakan Gubernur Bali yang dilaksanakan Bapenda Provinsi Bali. “Ini adalah inovasi di tengah pandemi Covid-19 oleh Bapenda Bali. Ini inovasi yang memikirkan rakyat, dan bahkan meringankan rakyat. Ini sangat bagus,” ungkapnya.

Parwata mengatakan, inovasi ini sangat pro rakyat. Masyarakat kata dia diringankan dari segi kewajibannya membayar pajak. “Jadi pajak dapat, masyarakat juga ditolong. Kebijakan ini sangat bagus. Pokoknya top. Di Badung lebih dominan (kepemilikan kendaraan, red). Jadi dengan kebijakan ini, dari segi pajak daerah ada pemasukan, masyarakat juga diringankan,” tandasnya.

Keringanan Bagi Masyarakat

Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali, Prof. Made Damriyasa juga menyambut baik kebijakan ini. Dikatakan, kebijakan ini juga akan berdampak dari tertibnya data wajib pajak. Selain itu, masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini kedepannya akan menjadi wajib pajak yang aktif.

“Kami melihat kebijakan ini akan memberikan keringanan bagi masyarakat wajib pajak. Kemudian juga bisa meningkatkan dari segi pendapatan pajak. Jadi saya kira kebijakan ini di suasana pandemi Covid-19 ini adalah kebijakan yang sangat strategis. Jadi meringankan, sekaligus menarik kehilangan pajak yang terjadi selama ini,” ungkapnya.

1.473 Unit Kendaraan Ikuti Diskon Pajak

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Bali Made Santha mengungkapkan, data per tanggal 10 Juni 2021, total kendaraan yang memanfaatkan kebijakan ini untuk pemutihan sebanyak 10.254 unit, sedangkan diskon pajak 1.473 unit, sehingga total kendaraan sebanyak 11.727 unit kendaraan.

“Untuk diskon pajak, itu kebanyakan kendaraan yang belum di-samsat lima tahun ke atas. Itu yang kita dapatkan. Jadi rata-rata partisipasi masyarakat di atas dua kali lipat per hari peningkatannya dibandingkan sebelum ada kebijakan ini,” singkatnya.

Kebijakan Pro Rakyat

Seperti diberitakan sebelumnya, pandemi Covid-19 masih melanda Bali. Perekonomian juga masih anjlok. Menyikapi kondisi dan situasi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster kembali membuat kebijakan pro rakyat.

Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali, Gubernur Koster mengeluarkan kebijakan relaksasi pajak berupa diskon piutang pajak, gratis bea balik nama dan pemutihan pajak kendaraan bermotor.

Kebijakan diskon pajak ini dimulai 8 Juni sampai dengan 3 September 2021, sedangkan untuk kebijakan pemutihan pajak berupa pembebasan bunga dan denda terhadap pembayaran PKB dan BBNKB II, berlaku mulai tanggal 8 Juni sampai dengan 17 Desember 2021. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.