Masuk Bali Wajib Kantongi Suket Bebas Covid-19

Foto: Kasatpol PP Bali Dewa Dharmadi tampak memantau langsung arus balik Lebaran di Pintu Masuk Bali, Pelabuhan Gilimanuk.
459 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Hari ini, Senin (24/5), tim gabungan yang bertugas di Pos Penyekatan Gilimanuk, Jembrana, mengakhiri masa tugasnya dalam pengamanan mudik Lebaran, khususnya penjagaan arus balik melalui pintu masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kendatipun demikian, penduduk pendatang yang masuk Bali wajib mengantongi surat keterangan (suket) bebas Covid-19 berbasis rapid tes antigen atau GeNose.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Rai Dharmadi mengatakan, kendatipun petugas telah selesai berjaga di Pelabuhan Gilimanuk, masyarakat yang masuk Bali tetap wajib melampiri diri suket bebas Covid-19.

“Mengantongi suket bebas Covid-19 tidak hanya pintu masuk melalui penyeberangan laut, tetapi juga pintu masuk bandara. Jadi ketentuan bebas Covid-19 itu masih berlaku,” tegas Dewa Dharmadi yang juga Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Masyarakat Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, di Denpasar, Minggu (23/5) kemarin.

Menurutnya, kebijakan tersebut untuk memastikan bahwa penduduk pendatang yang akan beraktivitas di Bali ini bebas Covid-19, dan termasuk juga kelengkapan vaksinasi.

“Ini untuk meyakinkan masyarakat luar, bahwa Bali konsisten menjaga dan memutus penyebaran Covid-19. Apalagi terkonfirmasi positif saat ini mengalami penurunan, sedangkan angka kesembuhan terus meningkat. Grafik ini menjadikan kita lebih tenang, namun harus tetap waspada. Jangan sampai ada lonjakan klaster baru. Kita tidak mau itu terjadi,” bebernya.

Pihaknya berharap seluruh komponen masyarakat turut berperan aktif menjaga situasi dan kondisi agar Bali tetap terkendali dari penyebaran Covid-19.

“Kerjasama itu penting dalam menyikapi kondisi saat ini. Mari kita lakukan adaptasi kebiasaan baru dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, dan mengikuti seluruh aturan pemerintah. Jadi jika ada yang melihat orang tak menerapkan protokol kesehatan, tegur mereka, ingatkan mereka. Mari kita saling menjaga,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Dewa Dharmadi juga menuturkan bahwa dirinya juga turun langsung ke Pos Penyekatan Gilimanuk, Sabtu (22/5) tengah malam, untuk memantau dan memastikan penegakan aturan di pintu masuk Bali ini.

Dikatakan, Satgas Covid-19 Provinsi Bali bersama TNI, Polri, dan Satgas Covid-19 Kabupaten Jembrana tetap konsisten menjaga pintu masuk Bali sekaligus antisipasi arus balik mudik. “Sejauh ini, masyarakat masuk Bali masih terkendali, patuh dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan. Jadi sebagian besar sudah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk antisipasi penduduk pendatang di Bali, kegiatan pengawasan akan dilakukan di seluruh kabupaten/kota se-Bali. “Jadi jika ada penduduk pendatang yang lolos dan tidak termonitor, maka akan didata kembali. Kami wajibkan mengikuti aturan yang ditetapkan. Jadi mari kita jaga Bali, dan kondisikan Bali bersama-sama. Karena bulan Juli nanti sesuai dengan arahan Menteri Marves akan diadakan program Work from Bali. Mudah-mudahan dengan langkah itu, kasus di Bali terkendali, sehingga memberi bisa memberikan jaminan kepada wisatawan bahwa Bali aman dan nyaman sebagai daerah tujuan wisata,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.