Masih Ditemukan Orang Tak Pakai Masker, Padahal Ada Ancaman Denda Rp100 Ribu

Tim Yustisi Kota Denpasar menggelar operasi Prokes di Desa Pemogan, Denpasar selatan
435 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Masih saja ada warga Kota Denpasar yang tak punya kesadaran untuk menggunakan masker selama masa pandemi Covid-19 ini. Padahal pemakaian masker sangat penting untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan Covid-19. Selain itu ada ancaman denda Rp100 ribu jika tak memai masker.

Seperti yang terlihat saat Tim Yustisi Kota Denpasar kembali menggelar operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes), Kamis (3/12/2020). Sidak kali ini di laksanakan di Jl. Raya Pemogan, Desa Pemogan, Denpasar selatan.

Tim Yustisi yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Dishub, TNI, Polri, Tim Penegakan  Peraturan Daerah Kota Denpasar serta didukung Kepala Desa dan aparat Desa Pemogan.

Hasil operasi Prokes tersebut terjaring 24 orang. 12 orang di antaranya tidak menggunakan masker dan 12 orang lainnya didapati menggunakan masker dengan tidak benar.

“Sesuai dengan Peraturan  Gubernur Nomor 46  tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, 12 orang yang tidak menggunakan masker tersebut langsung didenda di tempat sebesar Rp 100 ribu di tempat,” kata Kepala Satuan Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga. Sementara mereka yang menggunakan masker dengan tidak benar diberi peringatan dan pembinaan oleh petugas.

Sayoga mengatakan kegiatan ini merupakan penerapan dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian penularan Corona Virus Dissease 2019 (Covid-19) dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Ia mengatakan, operasi Prokes ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. “Dalam penerapan disiplin prokes ini, tim yustisi tidak semata-mata mencari kesalahan, namun kami berusaha melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penularan virus, agar dapat sesegera mungkin kita bisa terlepas dari lingkaran penyebaran virus Covid-19,” kata Sayoga.

Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Untuk itu kegiatan operasi ini sangat perlu, karena kami khawatir kemunculan klaster-klaster baru yang belum diketahui asalnya,” pungkas Sayoga.(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.