Masih Ada Masyarakat Yang Berkerumun di Pantai Jerman, Bendesa Adat Kuta Berikan Pemahaman Tegas

kondisi akses masuk menuju Pantai Jerman yang dijaga Pecalang
582 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Kendati akses pintu masuk ke Pantai Jerman telah ditutup dengan pemagaran, namun aktifitas masyarakat dilokasi tersebut ternyata masih cukup ramai. Selain masyarakat, beberapa wisatawan juga diketahui bermain surfing di pantai tersebut. Kondisi tersebut dibenarkan adanya oleh petugas Satpol PP BKO Kuta.  Senin (13/4) petugas langsung turun ke lapangan dan membubarkan aktifitas tersebut. “Jadi sesuai inatruksi pemerintah terkait sosial dan physical distancing, kita himbau mereka agar sementara tidak beraktifitas di pantai. Kami harap masyarakat mematuhi aturan tersebut, sebab ini demi keamanan dan kenyamanan bersama,”ujar Komandan Ragu Satpol PP BKO Kuta, Nengah ‘Kejus’ Wika dikonfirmasi Selasa (14/4).

Pihaknya mengaku cukup menyayangkan adanya temuan tersebut, sebab akses menuju ke pantai Jerman sudah di pagar. Sayangnya masyarakat dan wisatawan seolah lompat pagar, sehingga mereka kedapatan beraktifitas di pantai, baik memperbaiki perahu, ngobrol dan ada yang bermain di laut. Selain itu pihaknya juga mengaku sempat membubarkan adanya kerumunan pengendara dan masyarakat yang kumpul dipinggir jalan. Mereka biasanya kebanyakan berkumpul di sekitaran pasar Kuta, jalan Dewi Sri dan Jalan Raya Tuban.

Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista tidak menampik temuan tersebut. Dimana aktifitas yang masih muncul di pantai Jerman adalah aktifitas nelayan dan masyarakat. Dimana ketika ada wisatawan yang ingin meminta diantar ke tengah laut, hal itu langsung disanggupi. Padahal aktifitas di pantai sudah jelas ditutup sementara sesuai imbauan pemerintah dan telah dipagari. “Biasanya yang bengkung itu aktifitas nelayan, ketika tamu datang itu di layani. Kalau nelayan masuk beraktifitas, tentunya orang lain juga akan ikut masuk,”ungkapnya.

Menyikapi hal itu, pihaknya mengaku sudah turun langsung bersama klian banjar Segara, kaling, Anggota DPRD Badung dari banjar Segara Kuta. Bahkan pihaknya mengaku sudah mengirimkan surat kepada ketua nelayan setempat, untuk mentaati imbauan pemerintah, demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat, untuk bisa menyadari pentingnya upaya bersama dalam memerangi virus corona. Diantaranya jangan berkerumun, memakai masker setiap beraktifitas dan sesering mungkin melakukan cuci tangan. “Tolong ikuti imbauan pemerintah, sebab ini demi kepentingan bersama. Kita ketuk kesadaran masyarakat, demi kebaikan bersama. Kalau masyarakat tidak mau menyadari, pemerintah bisa saja memutuskan lockdown. Tapi ini kan malah akan semakin membuat susah. Jadi kita berikan pemahaman kepada masyarakat kembali, hari ini sudah ada mulai perubahan kondisi di lapangan,”paparnya.

Kesadaran masyarakat, diakuinya menjadi kunci dalam upaya memerangi Covid-19. Pihaknya berharap jangan sampai ada masyarakat Kuta yang sampai positif terjangkit virus tersebut. Sebab hal itu akan lebih membuat sulit kondisi kedepannya. Selain warga tersebut tidak bisa dijenguk saat perawatan, hal itu juga akan membuat citra pariwisata Kuta menjadi tidak nyaman. Secara otomatis, hal itu juga akan membuat sulit dalam membangkitkan citra pariwisata Kuta kedepannya. “Kalau ada warga kita yang positif, kan ngeri wisatawan dan orang-orang ke Kuta. Kami harap ini menjadi perhatian semua masyarakat, mari bersama perangi virus corona (Covid-19),”imbuhnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.