Masa Pandemi, MPLS Digelar Secara Darin

Foto: GUNAWAN KADISDIKPORA Kota Denpasar, Wayan Gunawan. Foto: ist
818 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Tahun pelajaran 2020/2021 yang akan dimulai pada 13 Juli 2020 nanti ini, akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMP dilakukan tatap muka di sekolah. Namun, hal ini terpaksa berubah lantaran pandemi Covid-19.
‘’Karena tidak boleh mengumpulkan siswa di masa pandemi ini, kegiatan MPLS SMP dilakukan secara daring. MPLS dilakukan sesuai inisiatif sekolah, baik lewat zoom atau lewat apa,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, Kamis (9/7).
Terkait dengan isi materinya MPLS, tidak beda dengan MPLS tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya, memperkenalkan guru, ceramah sedikit dan pembagian kelas pun dilakukan lewat zoom. ‘’Saat siswa baru mengikuti MPLS, siswa lainnya langsung mengikuti proses pembelajaran dengan sistem daring ataupun luring,’’ ujarnya.
Kendati diakui MPLS daring ini baru diterapkan pertama kali di Denpasar, pihak sekolah diharap mengemas kegiatan MPLS sedemikian rupa agar tidak membosankan bagi para siswa. Pun pembagian kelas, imbuh Gunawan, dilakukan secara daring.
Sementara terkait dengan pembelajaran di masa pandemi ini, Gunawan mengatakan, telah keluar Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, di mana dalam SKB tersebut dinyatakan pembelajaran kenormalan baru (new normal) baru bisa dilaksanakan jika daerah sudah zona hijau. ‘’Jika suatu daerah sudah ada zona hijau, nanti akan ada juga masa transisi dan masa new normal,’’ ucapnya.
Gunawan memastikan tidak ada sekolah di Denpasar yang melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas atau tatap muka langsung antara guru dan siswa di sekolah. Proses KBM dilakukan melalui daring dengan skema belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Menurutnya, PBM melalui daring dengan skema belajar dari rumah atau PJJ diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal. Pertama, bagaimana memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik. Kedua, bagaimana memastikan peserta didik mendapatkan hak pendidikan. ‘’Hak pendidikan tetap dipenuhi selama pandemi Covid-19 dengan pembelajaran jarak jauh,’’ cetusnya. tra

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.