Malam Ini Jadi Penerbangan Terakhir Bali ke RRT

pesawat yang mengangkut penerbangan terakhir ke RRT
950 Melihat
Kecuali Hongkong dan Macau

MANGUPURA, POSBALI.co.id – Merujuk pada surat Dirjen Perhubungan Udara No AU.008/1/16/DJPU.DAU-2020, pertanggal 3 Februari 2020. Penerbangan dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai ke Negara RRT (Cina Daratan) maupun sebaliknya, mulai Rabu (5/2) diberhentikan sementara  hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal tersebut dilakukan untuk membatasi potensi masuknya penyebaran virus Corona melalui akses transportasi udara dalam penerbangan internasional. “Besok mulai pukul 00.00 Wita sudah tidak ada lagi penerbangan dari Bali ke RRT maupun sebaliknya, terkecuali untuk rute Hongkong dan  Macau yang diperkenankan. Penerbangan Nanti malam jadi penerbangan terakhir ke negara RRT, itu sekitar pukul 23.00 wita. Tapi jika telat-telat sedikit kita masih bisa permaklumkan, kita akan bantu proses pemulangannya,”terang Kepala Otban Wilayah IV, Elfi Amir dikonfimasi Selasa (4/2).

Dipaparkannya surat tersebut juga sudah dilayangkan oleh kantor pusat Dirjen Perhubungan Udara kepada semua airline. Sehingga tentunya pihak airline sudah harus mengetahui hal itu dan tidak ada lagi penerbangan ke RRT. Jika kedepan masih ada WNA asal negara terkait ingin pulang ke negaranya, maka mereka ditegaskan harus melalui bandara Hongkong dan Macau yang diperkecualikan. Terkecuali jika negara terkait ingin mencharter pesawat khusus untuk ke Bali, seperti saat evakuasi WNA Indonesia ke Wuhan belum lama ini. “Kalau negara terkait ingin memulangkan warga negaranya di Bali, kami siap memfasilitasi, baik dari pengaturan slot time dan sebagainya. Namun sejauh ini belum ada info terkait hal itu yang kami terima,”ungkapnya.

Sejauh ini pihaknya mengaku masih mendata berapa jumlah WNA Cina yang masih di Bali. Sebab kabar terakhir yang ia terima, masih ada sekitar seribu lebih WNA Cina di Bali. Untuk itu pihaknya mengaku sudah meminta kepada pihak imigrasi agar melakukan juga pendataan. “Kalau mereka betah di bali, dari pada mereka masuk ke negaranya yang kena wabah, lebih baik mereka stay di Bali. Jadi kan lebh lama mereka tinggal menginap dan berbelanja di Bali. Cuma problemnya adalah overstay, karena itu kami meminta agar overstay tersebut bisa di exception (perkecualian) untuk warga cina yang tidak bisa pulang ke negaranya,”jelasnya.

Sementara Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim menerangkan mulai Selasa (4/2) pada pukul 23.59 Wita, seluruh penerbangan dari bandara Ngurah Rai ke RRT maupun sebaliknya ditiadakan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Dimana penerbangan terakhir ke RRT akan dilaksanakan nanti malam (kemarin malam) sekitar pukul 00.30 Wita. “Penerbangan terakhir nanti malam itu dari maskapai China Southern rute Denpasar-Guangzhou CZ 2626,”ujar Arie.

Kendati penerbangan ke negara RrT ditutup semsntara waktu, namun untuk penerbangan dari dan ke Hongkong dan Taiwan masih tetap dibuka. Untuk jadwal penerbangan mingguan (weekly skejul) Rute Denpasar-Hongkong dan Hongkong-Denpasar itu berjumlah 55 penerbangan. Sedangkan rute Denpasar-Taiwan dan Taiwan – Denpasar itu sejumlah 28 penerbangan. Sehingga dalam satu minggu masih ada 83 penerbangan yang mungkin memindahkan rute semula RRT ke Hongkong ataupun Taiwan. “Dari monitor perkembangan lapangan pertanggal 4 Februari 2020, sudah tidak ada lagi penerbangan ke daratan Cina. Hanya dari Denpasar-Hongkong dan Denpasar-Taiwan maupun sebaliknya,”terangnya

Diakuinya secara pergerakan dari mencuatnya virus corona, penumpang Cina atau pendaratan dari RRT itu menurun menjadi minus 10 persen dari rata 7022 pergerakan perhari. Sedangkan untuk pergerakan pesawat Cina kondisinya menurun menjadi minus 6 persen dari rata-rata 24 penerbangan perhari. Sementara untuk total penerbangan ke RRT secara terjadwal mingguan, diakuinya ada sekitar 164 penerbangan reguler yang akan diberhentikan sementara waktu.

Disisi lain pihaknya mengaku sudah melakukan rapat dengan Gubenur dan Wagub Bali pada Senin (3/2). Pada dasarnya bali diakuinya tidak pernah melaksanakan pemulangan kepada warga Cina, justru Bali ingin wisatawan Cina tinggal di Bali dan terus berlibur di Bali, jika dalam keadaan sehat. Namun ketika negara terkait ingin melakukan penjemputan kepada warga negaranya di Bali, tentunya diperlukan komunikasi antara Pemprov bali dan konjen cina. Sebab hal itu memerlukan persetujuan dari kedua belah negara. Sejauh ini pihaknya juga mengaku belum ada permohonan terkait hal itu, namun jika seandainya itu terjadi maka pihaknya bersama Otban sudah menyiapkan beberapa skenario. Salah satunya adalah menyediakan isolated parking stand kuhsus, untuk pesawat penjemputan warga negara Cina maupun pemberian slot. “Untuk lokasinya belum ditentukan, masih akan dirapatkan lebih lanjut,”imbuhnya. 023

1 Trackback / Pingback

  1. Penerbangan Terakhir Ke RRT Angkut 127 Penumpang - POS BALI Kritis - Cerdas - Independen

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.