Mahasabha Luar Biasa di Samuan Tiga, PHDI Pusat Tegaskan Tidak Sah

Sejumlah tokoh yang hadir dalam Mahasabha Luar Biasa PHDI di Pura Samuan Tiga, Gianyar, Minggu (19/9/2021). PHDI Pusat yang diketuai Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menyatakan kegiatan tersebut ilegal/tidak sah.
668 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Media sosial dihebohkan dengan adanya informasi mengenai Mahasabha Luar Biasa PHDI di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Minggu (19/9/2021). Dalam sejumlah postingan akun FB, kabarnya dalam Mahasabha Luar Biasa itu telah terpilih Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat periode 2021-20216 dan Komang Priambada sebagai sekretaris. Terpilih pula Brigjen Pol (Purn) I Gede Alit Widana sebagai Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat. Namun tidak diketahui siapa yang terpilih sebagai Dharma Adhyaksa.

Belakangan diketahui bahwa Mahasabha Luar Biasa (MLB) itu diselenggarakan oleh Forum Komunikasi (Forkom) PHDI Provinsi Se-Indonesia. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan dari pihak penyelenggara mengenai kegiatan tersebut. Sementara di sisi lain, jajaran pengurus PHDI Pusat pada Senin (20/9/2021) justru menyampaikan klarifikasi soal MLB tersebut. Rilis ini ditandatangani Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba, Ketua Sabha Walaka Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana, dan Ketua Umum Pengurus Harian Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.

Dalam rilis tersebut, PHDI Pusat menegaskan bahwa kegiatan yang disebut “Mahasabha Luar Biasa Parisada Hindu Dharma Indonesia” yang diselenggarakan oleh Forkom PHDI Provinsi Se-Indonesia adalah kegiatan ilegal/tidak sah karena tidak sesuai dengan AD/ART PHDI. “Terdapat sekelompok orang mengatasnamakan PHDI dengan menyebut diri Forkom PHDI Provinsi Se-Indonesia. Forum ini tidak diatur dalam AD/ART PHDI, sehingga forum ini tidak berwenang mengatasnamakan PHDI, termasuk tidak berwenang menyelenggarakan Mahasabha Luar Biasa PHDI,” tegas PHDI Pusat dalam pernyataannya.

Dalam rilis pers tersebut, PHDI Pusat menjelaskan bahwa Mahasabha adalah pemegang kekuasaan tertinggi PHDI dan diselenggarakan 1 kali dalam 5 tahun. Mahasabha XI PHDI telah diselenggarakan pada November 2016 di Jawa Timur dan untuk Mahasabha XII direncanakan berlangsung pada 28 s.d 31 Oktober 2021 berdasarkan Keputusan Pengurus Harian PHDI Pusat Nomor: 67/KEP/PHDI Pusat/IV/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Pengurus Harian PHDI Pusat Nomor: 63/KEP/PHDI Pusat /VII/2020 tentang Panitia Penyelenggara Mahasabha XII Parisada Hindu Dharma Indonesia Tahun 2021, dengan Ketua Umum Panitia Mayjen TNI (Purn) Made Datrawan.

Selain itu, PHDI Pusat menegaskan, anggaran dasar PHDI telah mengatur bahwa yang berwenang menyelenggarakan Mahasabha Luar Biasa adalah Pengurus Harian PHDI Pusat berlandaskan usul dari sekurang-kurangnya dua per tiga dari jumlah PHDI provinsi yang ada dan dalam hal terdapat keadaan yang mendesak. Berhubung Mahasabha XII akan diselenggarakan pada 28 s.d 31 Oktober 2021 dengan segala persiapan yang telah dilakukan oleh panitia, maka tidak ada alasan yang tepat untuk menyelenggarakan Mahasabha Luar Biasa.

“Kami Pengurus PHDI Pusat memerintahkan kepada Ketua Umum Panitia Mahasabha XII dan seluruh panitia untuk tetap bekerja dengan sungguh-sungguh mempersiapkan segala sesuatu demi suksesnya penyelenggaraan Mahasabha XII pada 28 s.d 31 Oktober 2021 mendatang,” tulis PHDI Pusat.

Dalam keterangannya, PHDI Pusat juga meminta kepada pengurus PHDI di semua tingkatan agar mematuhi ketentuan AD/ART yang ada serta menunggu undangan resmi dari Panitia Penyelenggara Mahasabha XII PHDI untuk ikut secara resmi sebagai peserta Mahasabha XII PHDI.

Sementara itu, pada hari yang sama juga beredar surat pernyataan pengunduran diri Brigjen Pol (Purn) I Gede Alit Widana. Mantan Wakapolda Bali ini menyatakan mundur dari jabatan sebagai Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat hasil Mahasabha Luar Biasa tanggal 19 September 2021 di Pura Samuan Tiga. “Dengan ini menyatakan mundur dari jabatan tersebut terhitung mulai tanggal 20 September 2021, berhubung saya tidak mengetahui proses Mahasabha Luar Biasa dan hanya ditunjuk oleh Kolonel Ketut Budi Astawa tanpa menjelaskan adanya Mahasabha Luar Biasa. Saya tetap siap ngayah di lain kesempatan,” tulisnya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.