LPD Kedonganan Bagikan 9,45 Ton Daging Babi untuk Nasabah dan Krama Desa Adat, Ada Juga Voucher Belanja

Ketua LPD Kedonganan Ketut Madra menyerahkan paket daging babi secara sinbolis kepada klian banjar adat
Ketua LPD Kedonganan Ketut Madra menyerahkan paket daging babi secara sinbolis kepada klian banjar adat
69 Melihat

MANGUPURA, POS BALI — Nasabah LPD Kedonganan dan krama desa adat Kedonganan mendapat bantuan daging babi sebanyak 9,45 ton untuk mendukung kegiatan upacara menjelang Hari Raya Galungan. Selain program mepatung ‘be celeng’ juga mendapatkan voucher belanja di warung-warung lokal Kedonganan. Senin (14/9) tradisi mepatung LPD Kedonganan dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Menurut Ketua LPD Kedonganan, Ketut Madra, program mapatung be celeng LPD Kedonganan tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dimana masing-masing warga menerima 3 kg daging babi, voucher belanja senilai Rp 50.000 serta beras 10 kg untuk krama ngarep dan 5 kg untuk nasabah krama tamiu.

Total anggaran yang disalurkan dalam paket tersebut senilai Rp 850 juta. Untuk mencegah kerumunan massa, pembagian daging babi dan kupon belanja kepada krama ngarep itu dilakukan di banjar-banjar melalui kelian banjar dan anggota badan pengawas (BP) LPD Kedonganan yang ada di banjar-banjar. Sementara penyerahan daging babi dan kupon belanja untuk nasabah krama tamiu dan tamiu dilakukan di LPD Kedonganan.

Vouche belanja tersebut merupakan pengganti uang bumbu yang biasanya diberikan kepada nasabah dan krama. Pemberian voucher tersebut merupakan bagian dari upaya menggairahkan ekonomi krama, yang selama enam bulan terakhir ambruk akibat dampak pandemi Covid-19.Dengan berbelanja di warung-warung lokal, diharapkan perekonomian krama adat bisa berdenyut lagi. “Ini sebagai implementasi konsep segilik-saguluk salunglung sabayantaka dalam masyarakat Bali,” ujarnya.

Dalam program voucher tersebut, ada 150 warung milik krama adat yang diikutkan dalam program kupon belanja LPD Kedonganan ini. Warung-warung eceran itu merupakan nasabah LPD Kedonganan. Kupon belanja untuk nasabah krama ngarep itu bisa dibelanjakan di warung-warung lokal di Kedonganan.

Sementara kupon belanja untuk nasabah krama tamiu bisa digunakan di Tekad (Tenten Krama Desa Adat Kedongnan) yang baru dibuka 9 September 2020 lalu. Kupon belanja bisa digunakan mulai 14 September hingga 14 Desember 2020.  “Secara praktis program kupon belanja di warung lokal ini bertujuan membuka peluang bagi warung-warung lokal milik krama sekaligus pemerataan rezeki di masa pandemi,”ujarnya

Dijelaskan, penerima daging babi dan kupon belanja krama mipil atau krama ngarep (warga adat) yang memiliki saldo mengendap minimal Rp 200.000. Sementara nasabah krama tamiu (warga pendatang beragama Hindu yang tinggal di Kedonganan) dan tamiu (warga pendatang non-Hindu), baru bisa mendapatkan daging babi dan kupon belanja apabila memiliki saldo tabungan minimal Rp 10 juta atau deposito lebih dari Rp 50 juta.  023

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.