Longsor di Payangan, Rombongan Wisatawan Tertimbun, Dua Meninggal

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dan mengevakuasi para korban yang tertimbun longsor di Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Gianyar, Kamis (25/11/2021).
180 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Tingginya intensitas hujan belakangan ini menyebabkan tanah menjadi labil dan memicu terjadinya longsor. Seperti yang terjadi di Payangan, Gianyar, Kamis (25/11/2021), longsor menimpa rombongan wisatawan usai menikmati rute arung jeram (rafting) di Sungai Ayung.

Dalam musibah ini, enam wisatawan sempat tertimbun longsor. Dua orang diantaranya meninggal, satu dinyatakan hilang dan tiga lainnya selamat. Peristiwa ini terjadi sekitar pkl.14.00 Wita di di Sungai Ayung, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan.

Keterangan yang dihimpun di lapangan menyebutkan, para wisatawan yang beristirahat usai menjajal rute arung jeram, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Lereng sungai setinggi 100 meter tiba-tiba longsor. Bongkahan longsor langsung menimpa enam wisatawan tersebut.

Beruntung, pada saat kejadian ada warga sekitar yang menyaksikan. Mereka langsung memberikan pertolongan kepada para korban. Warga bersama Basarnas Bali berhasil mengevakuasi lima dari enam korban. Belakangan diketahui, satu orang dinyatakan hilang.

Salah satu jenazah korban longsor dievakuasi Tim SAR Gabungan.

Dari kelima korban yang berhasil dievakuasi, dua di antaranya meninggal dunia. Sedangkan tiga lainnya selamat dan kini sudah dibawa ke RSU Payangan untuk mendapat perawatan medis. Sementara satu wisatawan yang dinyatakan hilang, sampai berita ini diturunkan belum ditemukan.

Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada, dalam keterangannya mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kejadian dari Andi, salah satu keluarga korban yang berada di lokasi. “Benar kami terima laporan sekitar pukul 14.55 Wita bahwa ada korban tertimpa tanah longsor di Desa Kedewatan Gianyar, ” jelas Darmada.

Dari ke enam korban, empat orang merupakan satu keluarga yaitu Martin Indrawijaya (L) 42 suami (selamat), Finna Lianty (P) 38 istri (selamat), Julius Hans Wijaya (L) 10 anak (meninggal), Marvel Sanjaya (L) 8 anak (dalam pencarian). Semua korban beralamat dari Tangerang, Banten.

Dua orang korban lainnya juga merupakan seorang WNI atas nama Nuryanti (P/36) yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan seorang WNA asal Swedia atas nama Cleas Henry Jinback (L/55) dilaporkan selamat. Seluruh korban yang selamat dan meninggal dunia dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Umum Payangan Gianyar.

Pencarian lanjutan terhadap satu orang yang masih dinyatakan hilang akan dilanjutkan Jumat (26/11) hari ini. “Kondisi tidak memungkinkan melanjutkan pencarian malam ini, mengingat jarak pandang dan lokasi longsoran yang masih labil dan besok pagi (hari ini-red) baru kami kembali lakukan pencarian,” tutup Darmada.

Beberapa unsur SAR Gabungan yang ikut terlibat dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan diantaranya Basarnas Bali, Dit SAR Sabhara Polda Bali, Polsek Payangan, BPBD Kabupaten Gianyar, TRC Gianyar, PMI Gianyar, Tim Medis RSU Payangan dan Masyarakat Setempat. 002/011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.