Lomba Bapang Barong Buka Atraksi Budaya Museum Semarajaya 2020

Bapang barong menjadi salah satu jenis atraksi budaya yang ditampilkan di halaman UPTD Museum Semarajaya, Klungkung pada Sabtu (10/10).
148 Melihat

KLUNGKUNG, posbali.co.id – Atraksi Budaya Museum Semarajaya Tahun 2020 resmi dibuka di halaman UPTD Museum Semarajaya, Klungkung pada Sabtu (10/10). Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, menyampaikan atraksi budaya Museum Semarajaya merupakan salah satu bentuk pemajuan kebudayaan yang efektif, karena mencakup empat pilar yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap unsur budaya yang sudah tertuang pada pokok pikiran kebudayaan daerah di Kabupaten Klungkung. Dalam kegiatannya, atraksi ini dilaksanakan dalam upaya mempublikasikan keberadaan Museum Semarajaya melalui pementasan kesenian dan budaya.

“Secara tema, atraksi budaya ini bertema ‘Menguatkan dan Meningkatkan Eksistensi Adat dan Budaya Melalui Atraksi-Atraksi Budaya Museum Semarajaya’ yang digelar pada 8-12 Oktober dan dapat disaksikan melalui media sosial secara langsung (live),” ujar Oka Wedhana seraya menyatakan masyarakat dapat menyaksikan semua kegiatan ini melalui Live Streaming Channel Youtube Museum Semarajaya dan kegiatan ini pula dapat disaksikan melalui aplikasi Video Conference oleh semua pengelola museum se-Indonesia.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jenis kegiatan yang diadakan dalam atraksi budaya tersebut antara lain Pameran Keris, Belajar Bersama di Musem, Lomba Lukis Wayang Kamasan, Lomba Pakaian Adat ke Pura, Lomba Kendang Tunggal, dan Lomba Bapang Barong. Untuk pameran keris, lomba lukis Wayang Kamasan, lomba pakaian adat ke pura dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Video Conference.

“Pada acara pembukaan ini dilaksanakan perlombaan bapang barong dan lomba kendang yang peserta terdiri dari empat peserta perwakilan dari Kecamatan Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan. Dan keesokan harinya akan diikuti oleh tiga peserta baik itu lomba bapang barong dan lomba kendang tunggal,” tambahnya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena saat pandemi Covid-19, Kabupaten Klungkung masih dapat melaksanakan kegiatan budaya dalam rangka melestarikan menjaga, memelihara budaya dan adat yang dimiliki. Ia mengapresiasi Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga, Listibiya, dan Kepala Museum Semarajaya, karena dapat melaksanakan acara ini walaupun dalam situasi pandemi Covid-19.

“Dalam situasi apapun, semasih kita bisa bergerak dan melakukan inovasi kegiatan, maka kegiatan adat, seni, dan budaya itu tidak boleh berhenti,” ujarnya. Melalui acara atraksi budaya ini, Bupati mengharapkan Museum Semarajaya mampu manjaga dan melestarikan serta memelihara peninggalan adat dan budaya Kabupaten Klungkung.

Bupati Suwirta juga mengatakan akan melakukan revitalisasi dengan memfokuskan pada Museum Semarajaya agar dapat melakukan tugasnya dengan baik. Denga harapan Klungkung mempunyai museum yang representatif yang nantinya dapat digunakan untuk mengembalikan peninggalan Kerajaan Klungkung dan untuk mengembalikan benda pusaka yang berada di Museum Nasional. Bupati menugaskan Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, agar pada tahun 2021 mempersiapkan Kantor Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga yang baru. baw

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.