Lima Warga Desa Belandingan Tertimpa Longsor

Longsor menimpa senderan tembok penyengker rumah dan palinggih Tugu di Bangli. Material longsor menimpa bangunan rumah milik warga setempat.
181 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Lagi-lagi hujan deras menjadi pangkal encana di sejumlah lokasi wilayah Kecamatan Kintamani, Bangli. Sedikitnya ada lima warga Desa Belandingan, Kintamani mengalami luka ringan akibat terkena material longsor.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, Minggu (7/2/2021) menyebut longsor di Desa Belandingan terjadi pada Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 09.00. Material longsor sempat menutup akses jalan menuju Pura Puseh Meneng yang merupakan jalan desa. “Material longsor juga menimpa lima orang yang berada di dekat lokasi,” ujarnya.

Menurut Agus, kelima warga itu semula hendak pergi ke kebun. Mendapati longsor menutup akses jalan ke kebun, mereka kemudian ikut gotong royong membersihkan material longsor. Setelah itu mereka istirahat di dekat lokasi. Tak disangka tetiba terjadi longsor susulan, dan menimpa mereka meski tidak sampai tertimbun seluruh badan. Para korban itu yakni I Wayan Jadi (43), I Wayan Subrata (35), I Ketut Suci (35), I Ketut Ranas (43), I Nengah Masa (35).

“Mereka selamat, hanya mengalami luka ringan, material longsor juga sudah dibersihkan. Tebing longsor tinggi 13 meter dengan lebar 10 meter,” jelasnya.

Tanah longsor juga terjadi di Desa Songan B, dan material longsor menimpa tembok rumah Ketut Artawan. Kerabat Artawan hanya mengalami luka ringan dan sudah mendapat penanganan. Sementara di Banjar Glagalinggah, Desa Kintamani longsor terjadi di jalur menuju Desa manikliyu. Namun, akses jalan masih bisa dilalui kendaraan meski hanya sebagian jalan. Musibah longsor lainnya di Desa Trunyan dan material sudah dibersihkan oleh masyarakat setempat.

Tercatat pula longsor tembok rumah dan palinggih di rumah Sang Nyoman Darmayasa longsor, dan material longsor menimpa rumah Sang Ketut Taman yang menyebabkan tembok kamarnya jebol.

BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang berada di zona rawan bencana, lebih meningkatkan kewaspadaan. Apalagi sesuai perkiraan BMKG, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Selain itu, sosialisasi dan pemasangan peringatan dini bencana juga telah dilakukan di beberapa titik rawan bencana tanah longsor maupun pohon tumbang. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.