Libatkan Krama Bali, Peringatan Bulan Bung Karno III Terapkan Prokes Ketat

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana
181 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Setelah sempat ditiadakan karena di tahun 2020 sedang merebaknya kasus Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali akhirnya kembali menggelar Hari Bulan Bung Karno III tahun 2021 di Provinsi Bali.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pembukaan Hari Bulan Bung Karno oleh Gubernur Bali Wayan Koster berlangsung secara hybrid, yaitu offline dan juga online dari Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, di Denpasar, Selasa (1/6).

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana menyampaikan, pelaksanaan Bulan Bung Karno ini menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Undangan yang hadir dalam pembukaan wajib bebas Covid-19 berbasis rapid test antigen. “Kami akan menyediakan tempat untuk rapid test,” ungkapnya.

Dijelaskan, berbagai lomba dengan memperebutkan total hadiah kurang lebih senilai Rp 180 juta yang melibatkan krama Bali bakal digelar untuk memeriahkan acara yang berlangsung selama sebulan penuh pada bulan Juni 2021 ini.

“Masing-masing lomba, juara I hadiahnya Rp20 juta, Juara II Rp15 juta, dan juara III Rp10 juta, sehingga total hadiah Rp 180 juta. Untuk itu saya mengundang seluruh masyarakat Bali yang memiliki kreatif tinggi teknis-teknis membuat vlog, kami persilahkan. Jangan berpikir kalah menang, tetapi partisipasi memaknai Hari Bulan Bung Karno. Karena ajaran Tri Sakti beliau harus kita pahami bersama, melalui lomba-lomba,” ujarnya.

Dia menyebutkan, lomba tersebut yaitu pertama lomba vlog penerapan prokes Covid-19 dalam pelaksanaan upacara panca yadnya, lomba vlog UMKM/IKM dan Ekonomi Bali Bangkit Mesari, lomba vlog pidato aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam tatanan pelaksanaan visi Gubernur Bali Wayan Koster, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru, serta lomba vlog pengolahan sampah berbasis sumber.

“Tentu saja lomba ini bisa diikuti masyarakat umum. Dengan catatan, memenuhi kriteria persyaratan lomba, yakni tentang bagaimana kita menyiasati pandemi Covid-19 ini,” lanjutnya.

Sudarsana menambahkan, pelaksanaan peringatan Bulan Bung Karno juga diisi dengan webinar bertema ‘Memaknai dan Mengkontekstualisasi Tri Sakti Bung Karno’, kemudian bhakti sosial berupa gerakan penanaman pohon dan kebersihan lingkungan oleh Gubernur Bali yang diikuti seluruh pejabat di jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan hingga Pemerintahan Desa.

“Webinar pada Minggu 6 Juni 2021 akan menghadirkan narasumber dari pakar politik Hasto Kristiyanto, pakar ekonomi I Gede Made Sadguna, dan pakar budaya I Gede Arya Sugiartha,” ungkapnya.

Mantan Kadis Perhubungan Provinsi Bali ini membeberkan, tujuan kegiatan Bulan Bung Karno ini untuk mewujudkan masyarakat sehat dalam menghadapi Covid-19 di Desa Adat dan Desa Dinas/kelurahan. Menguatkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, IKM, dan ekonomi kreatif. “Peringatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya Bali, dan meningkatkan kearifan lokal dan kecintaan terhadap NKRI,” bebernya.

Untuk diketahui, peringatan Bulan Bung Karno ini tertuang dalam Pergub No 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Sudarsana mendaku, Pergub ini menjadi satu-satunya peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan Bulan Bung Karno di Indonesia.

“Saya belum pernah mendengar di provinsi lain terdapat peraturan Bulan Bung Karno, tetapi untuk di kabupaten/kota di Bali sudah menyusunnya,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.