Lestarikan Seni dan Budaya, BLK di Desa Mayong Diresmikan

Peresmian BLK Komunitas di Desa Mayong, Buleleng, Minggu (7/2/2021).
324 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas bidang kesenian di Dusun Mayong, Desa Mayong, Kecamatan Seririt, Buleleng akhirnya rampung dibangun dan diresmikan pada Minggu (7/2/2021). Pembangunan gedung ini dibiayai dari hibah Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI.

Gedung BLK di Desa Mayong adalah yang keenam di Buleleng, sesuai spesifikasi kebutuhan bursa kerja yang ada di wilayah masing-masing. BLK yang sudah ada, yakni BLK di Tukad Sumaga bergerak di bidang otomotif, BLK Tegalinggah bergerak di bidang kesenian, BLK Kalibukbuk bergerak bidang desain komunikasi visual, BLK Desa Selat bergerak di bidang tata rias, BLK Pangkung Paruk dan terakhir BLK Mayong yang bergerak di bidang kesenian.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana, mengatakan, keberadaan BLK Komunitas ini sebagai ajang untuk mengasah kemampuan generasi muda untuk terampil di bidangnya. Terlebih demografi wilayah menjadi peluang untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil. Dia pun ini menargetkan, agar setiap kecamatan terdapat BLK. “Ini sarana untuk pelatihan vokasi untuk peningkatan SDM khususnya bagi generasi muda. Tentu diperlukan keterampilan. Salah satunya vokasi di pelatihan kerja,” katanya.

Untuk BLK Desa Mayong, dimanfaatkan untuk pelatihan yang bertujuan untuk mempertahankan seni adat dan budaya. Misalnya, untuk pelatihan pembuatan banten, makekidung, megambel, dan kesenian lainnya. Menurut Kariasa Adnyana, Komisi IX DPR RI sebagai mitra Kemenaker RI saat ini menggenjot BLK di setiap daerah untuk memfasilitasi generasi muda dalam mendapat pendidikan vokasi di berbagai bidang. Tak tanggung-tanggung biaya digelontorkan pemerintah pusat mencapai ratusan miliar.

Bahkan dikatakan politisi PDIP asal Busungbiu ini, di tahun 2021 ini ada rencana pembangunan Balai Besar Pelatihan Internasional di Bali. Ada dua lokasi yang telah disurvei oleh Kemenaker RI, yakni di wilayah Kabupaten Bangli dan Buleleng. Anggaran untuk pembangunan Balai Besar Pelatihan Internasional itu sekitar Rp100 miliar. “Sudah disurvei oleh Dirjen, lokasi bisa di Bangli atau di Buleleng. Karena perlu lahan seluas 3 sampai 5 hektare. Tentu akan menyerap tenaga kerja seperti instruktur dan melatih generasi muda,” jelas Kariasa Adnyana.

Dia mengungkapkan, kendala yang dihadapi dalam pembangunan BLK adalah lahan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembangunan BLK yang dibiayai dari Kemenaker RI ini pihaknya menggandeng yayasan. “Khusus tahun 2021, Bali ditarget mendapat jatah pembangunan BLK minimal 10 unit. Dengan catatan lahan sudah ada,” ujarnya.

Ketua Yayasan Satyananda Waikunta Ashram, Ida Pandita Mpu Siwananda Wiradharma Jaya Dangka, mengaku pembangunan BLK di Desa Mayong dengan lahan seluas 9 are menghabiskan biaya Rp500 juta, yang bersumber dari Kemenaker RI. Pihak yayasan hanya menyiapkan lahan seluas 9 are. “Pembangunan BLK diharapkan bisa mengembangkan keterampilan generasi muda dalam seni, baik melalui kursus kepemangkuan, membuat banten, megambel, dan aktivitas yang positif. Sehingga, penyaluran minat dan bakat para generasi muda bisa lebih positif,” katanya. rik

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.