Lepas 1.725 Wisudawan, Rektor Unud Ajak Berkontribusi Tanggulangi Pandemi

Rektor Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., saat mewisuda salah seorang wisudawan pada upacara wisuda ke-143, Sabtu (4/9/2021) di Ruang Nusantara, Gedung Agrokomplek, Kampus Sudirman Denpasar.
198 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Upacara Wisuda ke-143 Universitas Udayana (Unud) berlangsung secara hybrid (daring dan luring) pada Sabtu (4/9/2021). Upacara wisuda dipusatkan di Ruang Nusantara, Gedung Agrokomplek, Kampus Sudirman Denpasar. Dalam wisuda kali ini, Unud melepas sebanyak 1.725 orang wisudawan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. dalam laporannya, menyampaikan, jumlah wisudawan yang dilepas adalah 1.725 orang yang terdiri dari program Doktor 58 orang, Magister 210 orang, Spesialis 64 orang, Profesi 89 orang, Sarjana   1.189 orang, dan Diploma 115 orang. Dengan demikian, sampai saat ini Unud memiliki alumni sebanyak 105.565 orang.

Prof. Rai Maya Temaja berharap, melalui pendidikan yang telah ditempuh, para wisudawan yang dilepas ini tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga berkehidupan yang cerdas dengan tata krama yang santun dan berguna bagi masyarakat. “Kami mengucapkan selamat kepada wisudawan dan terima kasih kepada keluarga wisudawan atas kepercayaan yang diberikan pada Universitas Udayana sebagai tempat proses pembelajaran di pendidikan tinggi,” ucapnya.

Rektor Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., menyampaikan, pelaksanaan upacara wisuda ke-143 digelar secara hybrid, di mana yang hadir langsung di lokasi upacara hanya 16 orang wisudawan, sedangkan para wisudawan lainnya mengikuti secara daring. Rektor mempermaklumkan kepada wisudawan, keluarga wisudawan, dan civitas akademika Unud bahwa wisuda secara langsung belum bisa dilaksanakan karena situasi pandemi khususnya di Bali masih penerapan PPKM level 4.

Rektor berpesan agar seluruh alumni, mahasiswa, tenaga pendidik dan kependidikan Unud bisa berkontribusi menjadi pelopor di keluarga dan lingkungan masing-masing untuk mengadakan gerakan, membantu upaya penanggulangan pandemi Covid-19. Menurutnya, ada dua gerakan yang bisa dilakukan. Yang pertama, mendorong anggota keluarga dan masyarakat di sekitar untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Yang kedua, selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

“Dengan dua gerakan itu, kontribusi civitas akademika di manapun berada akan mengurangi jumlah penderita sehingga berangsur-angsur suasana di Bali akan menjadi lebih baik, barangkali level 4 akan bisa diturunkan ke level 3, level 2, dan seterusnya. Dengan demikian nantinya upacara akademik dapat dilakukan secara langsung, mulai dari perkuliahan, wisuda, dan lainnya,” papar Prof. Antara.

Prof. Antara mengingatkan, apabila pembelajaran daring dilakukan secara terus-menerus dalam waktu yang panjang, akan menjadi problematika dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Karena, jelas dia, pembelajaran tidak hanya menyangkut transfer pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Tetapi juga soal pembentukan karakter, dan hal ini memerlukan interaksi sosial secara langsung antara dosen dan mahasiswa.

Rektor Unud juga berpesan kepada para wisudawan, dengan bekal pengetahuan yang telah didapatkan di kampus agar mampu berkiprah di masyarakat. “Mudah-mudahan sukses. Setelah meninggalkan kampus terjun ke masyarakat memberikan berkontribusi di masyarakat dalam rangka perbaikan sumber daya manusia yang berkarakter, memiliki jiwa entrepreneur, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dan negara,” pungkasnya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.