Larangan Mudik Lebaran, Satpol PP Pertebal Penjagaan Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai

Foto: Personel Satpol Provinsi Bali siap mendukung operasi ketupat oleh pihak kepolisian.
202 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Jelang larangan mudik Lebaran 2021 sesuai dengan Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021, tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Kabupaten/Kota mengoptimalkan penjagaan di sekat-sekat yang ada.

“Kami berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten/Kota melakukan penebalan di sekat-sekat. Ada lima titik di Bali, direncanakan di Pelabuhan Padang Bai, Bypass IB Mantra, Soka Tabanan, terminal Bus Mengwi, dan Pelabuhan Gilimanuk,” ungkap Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Dharmadi di Denpasar, Senin (3/5).

Khususnya, di Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai, Dewa Dharmadi mengatakan bakal melakukan penebalan personel. “Kami siap mendukung operasi ketupat yang dilakukan pihak kepolisian dengan melakukan penebalan dan penjagaan dengan ketat di pos-pos penyekatan,” ungkapnya seraya berharap tidak ada kendala, mengingat sudah ada sekat yang menyaring pelaku perjalanan dalam negeri.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Sekretaris Satgas Covid-19 untuk menegaskan kembali kepada Satgas Gotong-royong melakukan monitoring dan pengawasan di pelabuhan tradisional. “Jalur tikus agar jangan sampai ada kebocoran. Karena ketatnya di pelabuhan nasional, kemungkinan pelabuhan tradisional yang menjadi alternatif jalur mudik,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengingatkan, kendatipun bisa mudik, namun pasca arus balik juga sangat ketat. Ada syarat yang harus dipenuhi, dan bahkan bakal diadakan penertiban penduduk pendatang dengan sandi ‘Bali Trepti’ di semua kabupaten/kota. Sedangkan terkait pengecualian, yaitu untuk tugas dinas, melahirkan, dan juga kematian.

“Tujuan larangan mudik ini untuk pengendalian Covid-19. Jangan sampai karena ada alasan tradisi keagamaan terus terjadi penularan yang tidak terkontrol. Apalagi Bali pada bulan Juni digadang-gadang akan menyongsong pembukaan pariwisata internasional,” bebernya.

Untuk itu, lanjut dia, sudah menjadi kewajiban aparat dan seluruh masyarakat menjaga bergotong royong jangan sampai bulan Juni pembukaan pariwisata diundur karena meningkatnya kasus Covid-19 di Bali.

“Kasus di India juga harus menjadi contoh. Karena abai dengan prokes, terjadi gelombang covid ke II. Bahkan sudah terindikasi masuk varian baru di beberapa daerah. Jadi larangan mudik ini bagian dari antisipasi. Bali jangan sampai masuk varian baru, mengingat Bali bergantung pada pariwisata,” tegasnya.

Pihaknya berharap masyarakat paham, mengendalikan diri untuk urung melakukan mudik. “Ini untuk kebaikan bersama untuk menjaga kesehatan masyarakat lainnya,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.