Lantik Kagama Bali, Ganjar Pranowo Sarankan Bangun Rumah Singgah

Foto: Ketua PP Kagama, Ganjar Pranowo menyerahkan pakata kepada Ketua Pengda Kagama Bali yang baru dilantik, I Gusti Ngurah Agung Diatmika.
1,267 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), Ganjar Pranowo melantik Pengda Kagama Bali hasil dari Musyawarah Daerah (Musda) Kagama Bali dengan tema “Sinergitas Kagama Membangun Bali dan Indonesia” di Wiswa Sabha Kantor, Gubernur Bali di Renon, Denpasar, Minggu (23/2/2020).

Ganjar Pranowo menyampaikan, di periode pertama dirinya berkeliling untuk menjalankan kewajiban konstitusi bisa hadir tidak hanya di Indonesia tapi luar negeri. Menurutnya, beberapa kali dirinya juga melantik Kagama yang ada di luar negeri seperti di Arab Saudi dan Belanda. “Banyak mereka ingin aktif. Ini kewajiban ketua umum. Nanti menyusul Papua Lampung,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk periode kedua ini lebih antusias, karena banyak yang ingin aktif, dan banyak mengajak komunitas berkegiatan. “Saya harap Kagama guyub dan sekaligus bermanfaat,” harpanya.

Sedangkan terkait kedatangannya di Bali, Ganjar yang juga Gubernur Jawa Tengah ini ingin menyemangati anggota Kagama khususnya yang ada di Pulau Dewata ini.

“Saya hadir menyemangati untuk membuat program yang menyenangkan dari kelompok hobi dan komunitas basis kegiatannya dari anggota inisiatif. Seperti yang dilakukan Pengda Bali yang tidak memikirkan politik. Akan tetapi fokus terhadap lingkungan,” bebernya.

Ganjar juga berharap kepada Kagama yang baru dilantikn untuk membuat rumah singgah dengan menggandeng pihak Pemprov Bali. “Rumah singgah itu nantinya berfungsi sebagai tempat diskusi, bisnis dan bahkan menjual merchandise sebagi kenang-kenangan,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Ketua Kagama Pengda Bali, AA. Wisnu Murti mengungkapkan historis tentang Kagama Bali yang mulai ada tahun 1972. “Ketika itu ketuanya lebih banyak birokrasi. 2009 saya jadi ketua kagama dua periode,” ujarnya.

Menurutnya, Kagama tidak lepas dari tradisi sosok Gajah Mada yang senang merakyat dan melakukan pemberdayaan. Sehingga tidak ada pikiran jadi ini jadi itu. Kagama, kata dia, banyak berkiprah berkolaborasi dengan rakyat dan pemerintah.

“Kita berkolaborasi gubernur dan bupati dan tidak ada kepentingan sama sekali. Jadi apa yang kita pelajari bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan Bali,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Pengda Kagama Bali yang baru dilantik, I Gusti Ngurah Agung Diatmika menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan sebelumnya. “Saya hanya melanjutkan kepanitian Munas terdahulu cuma sekarang menambahkan adik-adik kaum milenial,” katanya.

Langkah yang diambil selanjutnya, adalah pendataan ulang para anggota yang ada di cabang sehingga tercipta keguyuban. “Selanjutnya saya akan melakukan program, baik jangka pendek, panjang maupun menengah dan tentunya tidak keluar dari AD/ART, dan tidak keluar dari Musda saat ini,” lanjutnya.

Terkait rumah singgah, pihaknya mengakatakan bahwa itu adalah program jangka panjang. “Kami akan membuat rumah singgah sebagai tempat berkumpul dan dibangun secara mandiri, tapi nanti kedepannya. Kalau ada bantuan sosial atau hibah ya silahkan. Tapi kita akan usahakan secara mandiri,” tandasnya.

Pelantikan tersebut ditandai dengan pembacaan keputusan oleh Ketua Umum PP Kagama, dilanjutkan dengan penyematan pin, penyerahan pataka, penandatangan, serta ditutup dengan foto bersama. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.