Langkah Tekhnis Pemkab Badung Antisipasi Dampak Penurunan Turis Tiongkok

Ist/ Wabup Suiasa saat bertemu Menparekraf, Wishnutama Kusebandio
375 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Untuk mengantisipasi dampak menurunnya kunjungan wisatawan Tiongkok ke Badung, terkait merebaknya virus Corona di negara tirai bambu tersebut. Pemkab Badung akhirnya memaparkan langkah tekhnis yang diambil dan direkomendasikan kepada Menteri Pariwisata dan Usaha Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio. Dimana usulan tersebut sudah dibahas kedalam Forum Grup Disscution antar pemangku pariwisata. Hal tersebut diungkapkan oleh Wabup Badung, Ketut Suiasa, Jumat (14/2).

Adapun langkah tekhnis tersebut menyangkut upaya menjaga pariwisata bali yang lebih suistainable dari segi kunjungan wisata. Terkait adanya kebijakan-kebijakan khusus yang dilakukan pemerintah pusat yang bersinergi dengan stake holder di Badung dan Bali, dalam menerapkan sistem yang pasti, terpolakan, terstruktur, sistematis, masif dalam mengahadapi kondisi force mayor bagi pariwisata. Pasalnya selama ini pola dalam menghadapi masalah pariwisata masih insidentil, saat terjadinya kejadian. Dengan demikian maka akan jelas polanya siapa melakukan apa saat terjadi terjadi kejadian, termasuk dari segi penganggaran.

Wabup Suiasa juga menyampaikan pentingnya membuka segmen baru akses penerbangan ke bali, utamanya direct flight dari India ke Bali. Sebab dahulu wisatawan India pernah mendominasi Tiongkok, namun menurun setelah berkurangnya penerbangan ke India. Padahal pangsa pasar wisatawan India sangat besar. Selain itu pihaknya berharap pihak airline juga agar ikut berupaya melakukan kebijakan promosi, salah satunya dengan memberikan harga khusus kepada wisatawan. Sehingga hal itu diharapkan mampu memberikan rangsangan dan gairah kunjungan wisatawan ke Bali. “Kalau airline tidak membuat kebijakan khususu, walupun pemerintah sudah melakukan kebijakan tentu, maka ini akan susah. Kami harap pihak airline juga ikut membantu kondisi saat ini,”harapnya.

Disisi lain, pihaknya juga mendorong untuk dilakukan perkuatan pangsa pasar wisatawan domestik. Sebab kualitas mereka tidak kalah dengan wisatawan mancanegara, baik dari sisi lenght of stay (masa tinggal) dan spend of money (kekuatan berbelanja). Sehingga hal itu harus digarap dengan baik dan menjadi basic pariwisata di Bali. “Wisatawan domestik ini 2 setengah kali lipat jumlahnya dari wisatawan mancanegara. Hampir 63 persen wisdom memperkuat pariwisata di Bali. Tapi sayangnya kita terlena dengan kunjungan wisman, sehingga kurang menggarap ini dengan baik,”ungkapnya.

Untuk menggeliatkan kunjungan wisatawan domestik, pihaknya menilai perlu dibuatkan formulasi dari Kementerian Pariwisata. Selain itu pihaknya di Badung juga akan membuat skenario upaya mendatangkan wisatawan domestik. Dengan demikian, ratusan ribu penduduk indonesia kedepan diharapkan bisa berkunjung ke Badung sebagai wisatawan domestik. Hal itu sama seperti yang dilakukan China, dimana kepadatan jumlah mereka sangat berkontribusi bagi sektor pariwisata mereka. “Kami juga minta agar pak menteri bisa mendorong kegiatan mice internasional agar diadakan di Bali. Sehingga ini akan merecovery pariwisata kita,”sebutnya.

Pihaknya juga menilai diperlukan upaya proteksi bagi pengusaha akomodasi wisata di Bali, ketika mengalami situasi menurunnya kunjungan wisatawan. Sebab jika berlangsung cukup lama, maka hal itu dinilainya tentu berpotensi membuat kondisi perekonomian pengusaha goyah, yang juga akan membuat industri pariwisata menjadi kolaps. Dimana hal itu juga akan berpotensi membuat terjadinya PHK karyawan, akibat sektor pendapatan yang menurun. Untuk itu diperlukan juga skenario untuk mencegah terjadinya PHK karyawan. “Ini penting dipikirkan dan perlu proteksi,”imbuhnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.