Lampaui Target, Samsat Denpasar Bidik Tiga Pengemplang Pajak

Ket foto : Putu Sudiana, S.Sos.
Ket foto : Putu Sudiana, S.Sos.
446 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – PAD (Pendapatan Asli Daerah Bali) terus digenjot hingga realisasi sudah di angka Rp6 triliun lebih. Tentunya capaian ini didukung penuh pendapatan pajak daerah dari sisi PKB dan BBNKB. Terlebih adanya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 28 Tahun 2019 tentang pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap PKB dan BBNKB yang berlangsung dari tanggal 5 Agustus – 6 Desember 2019. Bahkan target PKB dan BBNKB di enam kabupaten sudah terealisasi lampaui target diatas 100 persen.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD Samsat Kota Denpasar, Putu Sudiana, S.Sos, Kamis (28/11/2019) mengatakan, kabupaten yang sudah merealisasikan dan melampaui target PKB yakni UPT Samsat Klungkung dan Bangli. Sementara untuk realisasi BBNKB diatas target sudah diraih UPTD Samsat Klungkung, Gianyar, Tabanan, Bangli, Jembrana dan Buleleng. Sisanya termasuk UPT Samsat Denpasar hingga tanggal 26 November 2019, untuk PKB realisasi di angka 96,18% dan BBNKB 94,23 persen. “Kita Optimis akhir bulan November 100 persen tercapai seluruh Bali baik target penerimaan PKB maupun penerimaan BBNKB,” harapnya lanjut mengatakan hingga akhir tahun kemungkinan ada yang tidak bayar pajak, karena kendaraan rusak atau hilang.

Birokrat asal Desa Panji, Buleleng itu, juga menjelaskan adanya peningkatan target perubahan yang didukung program pemutihan pajak, sehingga kesadaran masyarakat bayar pajak kendaraan meningkat. Bahkan di kota Denpasar dari total 277 BDU Gajah (pengunggak dan pengemplang pajak) hingga 27 November 2019 hanya tinggal membidik tiga unit saja dan akan diumumkan bila hingga akhir batas pemutihan belum dibayar untuk memastikan pendapatan pajak kendaraan terealisasi di atas 100 persen di bulan November 2019. Menjelang akhir tahun ini juga diprediksikan akan ada realisasi di atas target 10 persen pendapatan pajak dari Bapenda Provinsi Bali. “Bulan Desember untuk tambahan mudah-mudahan bisa mencapai 10 persen. Kira-kira Rp120 miliar adalah tambahan, keinginan kita memang seperti itu,” tandasnya.

Diungkapkan, keberhasilan target ini tidak lepas dari peningkatan layanan langsung di kantor samsat maupun melalui petugas yang melakukan pemungutan pajak door to door melalui samsat keliling (Samling) dan Samsat Kerthi. Penyadaran pentingnya membayar pajak kendaraan tahun ini juga memastikan tidak ada pejabat maupun instansi pemerintahan dan swasta yang kendaraannya masih beroperasi di lapangan tidak bayar pajak. Bahkan angkutan oline yang dikelola oleh Grab maupun Gojek juga telah bersikap tegas, agar seluruh mitranya menggunakan kendaraan plat Bali (DK). Seiring batas waktu yang telah diberikan dimana ke depan razia akan semakin digiatkan tidak hanya sebatas penertiban namun hingga penindakan. Apalagi, transportasi online yang membandel menggunakan kendaraan plat luar dinilai telah menikmati infrastruktur yang baik, namun tidak berkontribusi membayar pajak. 016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.