Lagi, Polres Jembrana Ungkap Pemalsuan Surat Rapid Antigen

Polisi saat menggelar rilis pengungkapan kasus pemalsuan surat keterangan hasil rapid antigen Covid-19 pada Senin (30/8/2021) di Mapolres Jembrana.
174 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Polres Jembrana kembali berhasil mengungkap pemalsuan surat keterangan hasil rapid antigen Covid-19. Kali ini polisi mengamankan dua pelaku yang menggunakan surat rapid antigen yang diduga palsu untuk menyeberang ke Bali untuk mengelabui petugas pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Reza Pranata, didampingi Kasubag Humas Polres Jembrana, saat rilis kasus ini pada Senin (30/8/2021) mengatakan, kejadian ini terjadi pada Kamis (26/8/2021) pukul 09.00 WITA di pos pemeriksaan validasi (masuk Bali) Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana. Kedua pelaku berinisial HK (39 tahun, sopir, Banyuwangi) dan YA (39 tahun, sopir, Karawang-Jawa Barat) menyeberang dari Jawa ke Bali dengan membawa penumpang yang semuanya membawa surat keterangan hasil rapid antigen palsu.

Saat dilakukan pemantauan di pos validasi ditemukan penumpang bus plat B 7436 AAK dari Cianjur dengan tujuan Kecamatan Negara mengangkut 31 penumpang dan mobil elf DK 7560 AG dari Cianjur dengan tujuan Kabupaten Jembrana mengangkut 12 penumpang. Diketahui bus dan travel tersebut satu tempat kerja yakni di PT Bonafit untuk pemasangan pipa di daerah Pebuahan Desa Banyubiru. Ketika diperiksa dengan barcode, surat hasil rapid antigen itu menunjukkan hasil tidak sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Klinik Anugerah.

“Ketika dilakukan interogasi penumpang menjelaskan surat rapid tersebut diurus oleh HK dan YA dengan membayar uang Rp100.000 per penumpang, namun dilaksanakan tes rapid dan tidak dilaksanakan tes rapid. Ketika dilakukan konfirmasi ke Klinik Anugerah, pihak klinik menyatakan bahwa surat rapid tersebut bukan dikeluarkan dari Klinik Anugerah,” kata Kasat Reskrim AKP Reza.

Setelah diinterogasi lebih lanjut, HK mengakui tidak melaksanakan rapid tes. Dia mengaku memperoleh surat rapid dengan cara membeli dari seseorang dengan inisial A dengan harga Rp60.000 per rapid. Saat ini pelaku A diamankan di Sat Reskrim Polres Banyuwangi. “Caranya adalah YA bertugas mengumpulkan KTP penumpang dan memberikan kepada HK. Kemudian HK memfoto KTP penumpang selanjutnya dikirimkan,” sambung AKP Reza.

Adapun barang bukti yang diamankan 48 KTP dan Surat Keterangan Hasil Rapid Antigen Covid-19 palsu, uang Rp1.600.000, mobil bus plat B 7436 KAA, mobil Izuzu elf DK 7560 AG, dan 1 buah handpone merek Vivo.

Persangkaan pasal yang dikenakan yaitu pasal 263 ayat 2 KUHP atau Pasal 268 KUHP atau Pasal 14 ayat 1 UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. “Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus lebih lanjut,” pungkas AKP Reza.

Sebelumnya, dua orang sopir yang mengangkut penumpang dari Bali menuju Jawa ditangkap Polres Jembrana pada tanggal 17 dan 18 Agustus lalu. Mereka ditangkap karena membuat surat rapid test dan surat vaksin palsu untuk meloloskan para penumpangnya. Para pelaku bernama Supriadi Holifin (28 tahun) dan Abdul Halim (28 tahun). Keduanya ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk, saat mengangkut penumpang. 026/dbs

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.