Kuta Ajak Semua Pihak Bergotong-royong Hadapi Pandemi Covid-19

312 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Pandemi Covid-19 membuat Kuta seolah menjadi kota mati. Hampir seluruh toko di Kuta diketahui telah ditutup, bahkan operasional hotel di Kuta kebanyakan sudah tutup. Kendati ada hotel yang masih beroperasional, namun tingkat hunian hotel sangat rendah dan adapula hotel yang dipakai rumah singgah Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menurut keterangan Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, situasi wilayah Kuta kini memang sangat sepi. Bahkan sebagian besar hotel dan usaha di Kuta sudah merumahkan karyawannya, karena usaha tersebut berhenti beroperasional untuk sementara waktu. Pihaknya mengaku bisa cukup mengerti dengan kondisi tersebut, sebab kondisi saat ini memang serba sulit. Namun pihaknya berharap ketika pandemi Covid-19 berlalu, pihaknya berharap agar masyarakatnya bisa kembali dipekerjakan seperti biasanya.
“Kami bisa mengerti jika saat ini masyarakat kami yang dipekerjakan itu di rumahkan. Tapi kami harap tidak ada sampai di PHK,”harapnya.

Selain membuat pariwisata terpukul, pandemi Covid-19 juga membuat sektor perekonomian masyarakat labil. Dimana kondisi saat ini dinilai lebih parah dampaknya dibandingkan dampak tragedi Bom Bali. Karena itulah pihaknya di desa adat mengaku sudah menyalurkan bantuan paket sembako kepada 2266 KK krama Desa Adat Kuta, untuk meringankan beban masyarakatnya akibat dampak Covid-19. “Untuk nominal satu paket per orang itu senilai Rp 400-500 ribu, itu berisi 25 kg beras, 1 dus mie instant, 1 krat telor, 1 liter minyak. Total biaya semuanya itu hampir Rp 1 milyar, dana itu berasal dari kas desa adat dan LPD Kuta,”ungkapnya.

Paket tersebut diterangkanya semuanya diserahkan kepada masing-masing banjar untuk menyalurkannya kepada krama. Dalam pemberian sembako tersebut, pihaknya juga berupaya untuk menggugah rasa tolong-menolong warga. Dimana masyarakatnya yang masih mempunyai simpanan yang cukup, diharapkan juga bisa membantu masyarakatnya yang membutuhkan. Dimana bantuan tersebut nantinya diarahkan oleh banjar, bagi krama yang memang membutuhkan. “Kalau ada keinginan untuk di sumbangkan ke warga, maka klian banjar yang mendata. Tujuannya agara bantuan ini bisa tepat sasaran mana yang perlu dibantu,”jelasnya.

Pihaknya sendiri mengaku cukup prihatin dengan kondisi saat ini, sebab jika pandemi Covid-19 berlangsung cukup lama maka hal itu akan membuat perekonomian masyarakat Kuta semakin terpuruk. Kecemasan serupa diakuinya juga dialami bendesa lainnya di kecamatan Kuta dan itu sudah disampaikan langsung kepada Bupati Badung melalui konfrensi video. Namun Bupati Badung diakuinya akan berupaya membantu desa adat, jika pandemi Covid-19 berlangsung cukup lama. “Pak Bupati sudah menegaskan agar jangan sampai kerama Badung ada yang sampai tidak makan. Beliau akan sekuat mungkin berupaya membantu masyarakatnya dibawah,”paparnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 memang sudah selayaknya harus dihadapi bersama dan tanggungjawab bersama. Termasuk didalamnya saling bergotongroyong  dalam membantu meringankan warga yang membutuhkan. Karena itulah jika pandemi Covid-19 ini berlangsung lama, pihaknya juga berharap para pengusaha bisa ikut begotongroyong meringankan beban warga yang tidak mampu. Pihaknya mengaku sangat berharap para pengusaha di wilayah Kuta juga bisa ikut berbagi membantu warga. Dimana bantuan itu bisa disalurkan melalui desa adat dan disampaikan kepada warga yang membutuhkan. “Sejauh ini baru ada satu CSR pengusaha yang diberikan kepada kami di desa adat, itu berupa susu. Kami mewanti-wanti banjar, agar susu tersebut diserahkan agar tepat sasaran bagi yang membutuhkan yang diutamakan, karena jumlahnya terbatas,”pungkasnya sembari menerangkan sumbangan lain juga ada daru LPD berbentuk obat, masker dan APD dari DPRD Badung dan DPR RI. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.